Total Pageviews

Sunday, February 17, 2013

Pariwisata yang mengangkat Ekonomi Kerakyatan



Pariwisata bagi sebahagian pihak menganggap hanya untuk kalangan orang orang yang memiliki uang dan kekayaan yang berlimpah baik itu sebagai penikmat pelayanan wisata itu maupun pelaku usahanya penyedia jasanya. pemahaman ini masih banyak di jumpai di kalangan masyarakat pedalaman atau daerah pedesaan. Bagi mereka pariwisata atau berwisata hanya bertujuan menghambur hamburkan uang yang lebih baik uang nya di belikan emas atau barang. Menikmati suguhan dalam berwisata belum menjadi suatu kebutuhan yang di perlukan. Kondisi ini berimbas kepada fenomena yang terjadi dalam dunia industri pariwisata di Pulau Bintan khususnya dan Kepri pada umum nya. Berusaha di bidang pariwisata hanya di "kuasai" oleh orang atau perusahaan yang memiliki modal besar. Bintan Resort misalnya sebuah kawasan pariwisata yang eksklusif hasil kerjasama perusahaaan besar baik dari Indonesia, Singapura Malaysia dan Negara lainnya. 

Muncul sebuah pertanyaan : Apakah Industri Pariwisata itu harus Bermodal Besar ?? 

Pertanyaan ini bagi masyarakat di pulau Bintan mungkin akan di jawab "Ya" tapi tidak bagi masyarakat di Pulau Bali atau Jogjakarta. Di Pulau Bali misalnya kepemilikan lahan dan objek wisata di kelola oleh desa adat yang pengelola nya adalah masyarakat dan perangkat nya, hasilnya di pergunakan untuk kemaslahatan orang banyak bagi penduduk di sekitar. Memang di Bali unik dan pariwisata menjadi motor penggerak ekonomi bagi pemilik modal besar di kawasan Nusa Dua, kelompok menengah dan pelaku usaha kecil di daerah Kuta dan Denpasar. Ekonomi menengah dan kecil tersebar di kawasan ini yang meliputi penyedia jasa akomodasi murah seperti hotel, wisma, cottage dan juga homestay atau pondok wisata, warung dan toko toko souvenir dan juga menyewakan kendaraan roda 2 dan 4 termasuk menyewakan papan selancar dan masih banyak lagi keterlibatan usaha kerakyatan yang terbangun di sekitar objek wisata. Jasa pramuwisata yang menurut temen saya sesama pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) anggota DPD Bali yang terdaftar bisa mencapai 6.000 orang.

Coba kita melihat kawasan Pantai Trikora yang sudah dikenal sejak lama sebagai kawasan berwisata yang murah dan saat ini mulai di bina dan di bangun oleh Agro resort yang menjadikan kawasan ini semakin memberikan warna baru bagi wisatawan baik dari Kota Tanjungpinang maupun Kota Batam termasuk Singapura. 

Sebuah  potret kenyataan bisa kita jumpai di Kota Tanjungpinang bagaimana pemerintah berupaya untuk meningkatkan citra kepariwisataannya dengan memperlakukan pelaku usaha jasa becak di Pulau Penyengat yang baru baru ini menghibahkan 25 unit becak kepada mereka yang kesehariannya mencari nafkah dengan menjual jasa berkeliling pulau Penyengat dengan Becak tanpa kompensasi. Bukan penghibahan ini yang saya akan komentari walau dalam benak saya menimbulkan kerisauan akan tanggung jawab dan peran meraka untuk menjadikan sarana becak tersebut sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau yang memiliki Nilai sejarah yang tinggi ini. 

Hari Minggu yang lalu saya mendapat sebuah inspirasi dari Anak Laki Laki saya yang masih berumur 5 tahun, ketika sedang asyik asyiknya bermain pasir yang digunakan untuk membangun sebuah Gazebo di sebelah rumah yang sedang kami bangun yang rencananya akan kami jadikan homestay di Pulau Penyengat, pertanyaan saya kepadanya adalah : mana lebih enak main di Ramayana (game zone) dengan bermain di Pulau Penyengat ? Ia Menjawab dengan semangat Penyengat jawabnya. Sebuah jawabanya yang jujur dan polos namun bagi saya bahwa kondisi ini mampu menguatkan semangat saya untuk menjadikan rumah yang ada di Pulau Penyengat ini sebagai  Pondok Wisata dalam rangka membuka paradigma banyak orang khususnya di Kalangan keluarga saya bahwa ini bisa menjadi peluang usaha yang mampu mengangkat perekonomian keluarga dan juga masyarakat sekitar. Adapun usaha yang dapat di kembangkan dapat berupa usaha Kuliner atau makan makan mulai dari juadah Melayu yang beraneka ragam, , atraksi kesenian, mungkin atraksi memberi makan ayam hal ini memang bagi sebagaian orang tidak menarik namun bagi warga Singapura misalnya melihat ayam berkeliaran ada sebuah potret kehidupan yang sulit di lihat, Anak anak nya hanya melihat ayam di KFC atau di supermarket misal nya yang tidak pernah melihat secara aslinya dan masih banyak tawaran lainnya yang dapat di sajikan kepada para wisatawan. 
Saya yakin dan percaya di Pulau Penyengat ini jika di kelola dengan baik dan terarah sumber sumber pendapatan bisa di ciptakan bagi masyarakat. saya masih melihat kekuatan Kuliner yang sangat menggiurkan dari Pulau ini kemudian spirit dan jiwa seni yang tinggi di tambah peninggalan sejarah Melayu yang masih ada mampu menjadikan daya tarik untuk pasar / wisatawan yang merupakan "demand" bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Pulau ini. 

Semoga Masyarakat mampu melihat ini sebagai sebuah peluang emas dan sebagai subjek dari Pembangunan Pariwisata di Kepri bukan hanya sebagai Objek ... 


Mari Bangkit Pariwisata Kepri untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama 


Tuesday, January 29, 2013

Butiran Permata di Pulau Indera Sakti (Penyengat)


Photo Taken by : Sapril Sembiring
Lokasi : Pulau Penyengat
Waktu : 29 Januari 2012
Photo di edit oleh : Sapril Sembiring

Pompong Sarana Transportasi menuju Pulau Penyengat dari Kota Tanjungpinang 
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat 
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat 
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat 
Istana Kantor 
Istana Kantor 
Istana Engku Bilik 
Istana Engku Bilik 
Istana Engku Bilik
Gedung Mesiu 






Thursday, January 24, 2013

Wisata Pulang Kampung (Medan - Bukit Lawang)

Berawal dari tawaran Bibi untuk membuat hajatan "Doa Arwah" untuk Kakek, Nenek dan Ibunda yang kami Rindukan masakannya dan juga sanak saudara yang telah menghadap Ilahi yang diadakan di kampung halaman di Kampung Bukit kira 70 KM dari Kota Medan. Sebagai pedagang tiket pesawat untuk mencari harga yang murah dan promo tidak lah susah. cari punya cari akhirnya Citilink lah sebagai penerbangan yang akan kami pakai untuk menuju Kota Medan dari Batam. pesawat Airbus yang masih kondisi baru itu membawa kami terbang menuju Bandara Polonia Medan yang menurut informasinya akan berpindah ke Kuala Namu pada Bulan April 2013. 

Setibanya di Medan kami terus menuju rumah paman. Arsik Ikan Emas sudah tersedia di meja makan. Perjalanan ke kampung halaman ini di dorong atas dasar panggilan hati dan juga dorongan ketergiuran akan masakan masakan khas dan kenikmatan kuliner sekita kampung Halaman. Malam itu sajian kerinduan akan makanan khas Karo terselesaikan dengan baik yang telah dipersiapkan oleh "Mami Johor". perbincangan seputar kerinduan keluarga kami lewati hingga larut malam di ruang tamu hingga tak terasa larut akan diskusi diskusi dan embun pagi itu melarutkan kami dalam tidur dan terbangun di pagi hari. 

Makan bersama keluarga dengan menu idaman 
Program hari kedua di Medan adalah Berziarah ke makam Kakek, Nenek dan Ibu yang masih lekat kenangan indah bersama orang orang yang pernah mencintai dan membimbing ku dimasa kecil (Al- Fatihah buat Mulia karo Karo, Minah Br Ginting dan Salimah Br Purba Binti Mulia Karo Karo). 

Kecintaan terhadap Ibu Mertua 
Setelah makan Siang dengan menu Ikan lele yang lagi lagi di masak Arsik tidak membosankan lidah ku untuk menyatap hidangan siang yang di masak oleh "Mami Sukaramai" (Mami adalah panggilan untuk istri Paman) dengan rebusan daun pepaya ditambah sambel nya yang nikmat. setelah menyantap makan siang kami menuju untuk mengunjungi Bapak (Bolang dari anak anak ku) yang kebetulan lagi di Medan untuk berobat yang selama ini tinggal jauh di Kampung Lau Baleng berjarak hampir 5 jam dari Kota Medan

Bolang dari anak anak ku
Berburu Kuliner pun kami lanjutkan Mie aceh "Titik Bobrok" menjadi sasaran kami sore itu. menu mie aceh di campur dengan kepiting menjadi menu yang laris di tambah timpan nya dengan minuman "martabe" (markisa, terong belanda). sayang sekali kami tidak bisa makan sate kerang nya berhubung sedang habis .... (disarankan datang dan nikmatilah kuliner ini) 

Beberapa Tempat yang menjadi pemuas lidah di saat berkunjung ke Medan dan Bukit Lawang 







Mie Aceh Titi Bobrok 


Es Kalimanta dan Sate Kacang di Binjai 

Pecel Simpang Senggol Turangi 
Aktifitas selama Balek kampung 



"Kerboard Karo" mburo ate tedeh

Makan Durian 

Berphoto bersama seteleah acara "Doa untuk Arwah" 

Arung jeram di Sungai Bahorok 

Oleh Oleh pulang Rendang Kerang dan arsik Ikan Jurong 
Setelah tiba di Tanjungpinang berat badan menjadi tambah 6 Kg .. saat nya berupaya mengurangi berat Badan yang sudah 100 Kg







Wednesday, January 23, 2013

Bukit Lawang bukan lagi sekedar "Kepala Parit"



Kepala Parit adalah sebuah nama tempat yang Saya kenal sejak kecil menjadi tempat yang Favorit untuk di Kunjungi. Banyak orang yang berkunjung untuk berkemah (camping Ground). Derasnya air sungai yang bening yang bersumber dari pegunungan menjadi daya tarik tempat ini untuk di kunjungi pada akhir pekan. Nama Kepala Parit ini di beri oleh siapa saya sendiri juga tidak tahu. Sebuah pintu air akan Anda temukan saat kendaraan roda empat yang kita tumpangi akan berhenti di ujung jalan di daerah ini akan terlihat sebuah pintu irigasi yang mengatur masuk nya aliran air menuju sebuah irigasi untuk mengairi sawah sawah yang terbentang di sekitar perkampungan. Inilah mungkin mengapa masayrakat menyebut daerah ini "Kepala Parit" atau orang suku Karo di sana menyebut nya "Takal Parik". 

Saat ini Kepala Parit lebih dikenal dengan Bukit Lawang yang namanya sudah membahana di pelosok Negeri di manca negara maupun Nusantara. Sebagai Destinasi wisata Alam yang memiliki daya tarik selain alam juga terdapat Pusat Rehabilitasi Orang Utan yang hanya ada 2 tempat di Indonesia yaitu di Kalimantan Tengah dan Bukit Lawang. Program Rehabilitasi Orang utan ini juga menjadi Daya tarik bagi Wisatawan Manca Negara. Di Taman Nasional Gunung Leuser ini lah di upayakan kembalinya habitat binatang langka ini di bina, di sisi lain objek ini di manfaatkan sebagai masyarakat sebagai lahan untuk mencari rezeki dengan menjual jasa untuk merasakan keheningan dan kedamaian Hutan tropis dengan kicauan burung burung yang hidup di alamnya dengan teriakan teriakan monyet monyet liar di ata pepohonan. serta pemandangan alam dengan bentangan Hutan hutan yang hijau menjadi kan Destinasi Wisata ini banyak di kunjungi wisatawan asing. Hutan Bukit Lawang juga berperan memberikan kontribusi yang besar sebagai paru paru Dunia. 

Seekor Monyet di habitatnya 

Sungai Bahorok 

Akomodasi yang nyaman di tepi Sungai 


Ombak sungai yang deras dan menantang memberikan tawaran bagi wisatawan untuk merasakan tantangan untuk "rafting" atau dengan menggunakan ban mengikuti derasnya arus merupakan pengalaman yang eksotis.
bermalam di sisi sungai juga menjadi kenangan yang menarik dengan gemuruh suara sungai yang menjadi alunan musik untuk mengantarkan kita tidur akan di rasakan. Kuliner masayarakat sekitar walau hanya sekedar mie instant rebus saja mampu menjadi makanan yang mengasikan setelah berenang di Sungai. Masih banyak lagi tawaran tawaran menarik untuk di nikmati di destinasi wisata ini. 

Bukit Lawang memiliki berbagai tawaran menarik yang bisa di kemas dan di jadikan daya tarik wisata. pasca Bencana Bandir bandang yang terjadi beberapa tahun yang lalu berbagai pihak berupaya untuk membangun kembali destinasi wisata ini. upaya rehabilitasi dan perbaikan di lakukan. 

Minggu yang lalu saya bersama keluarga berkesempatan kembali ke daerah dimana saya dibesarkan dan di latih untuk menjadi praktisi di bidang pariwisata ini. banyak hal yang ingin saya keluhkan dengan kenyataan yang ada. tempat yang memiliki berbagai daya tarik dan alam yang menawan ini seharusnya mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar. Adapun kondisi kondisi yang menggugah hati saya untuk bersama sama elemen yang terkait untuk di pikirkan dan di cari jalan keluanya adalah : 
  1. Sarana Parkir : kondisi ini terlihat dikala hari libur besar dimana terjadi kemacetan yang panjang dan kesemerwutan yang akhirnya mengurangi kenyamanan pengunjung. sangat disayangkan sekali lokasi lahan parkir yang ada telah sesah dengan bangunan bangunan kios kios yang akhirnya timbul kesan kumuh di khususnya di pintu masuk ke objek wisata ini. 
  2. Bangunan bangunan di tepi sungai yang menutupi pemadangan atas keindahan sungai 
  3. Sampah sampah berserakan hingga ke sungai dan sangat tragis lagi jika warung warung dan penginapan penginapan maupun restaurant di tepi sungai membuang limbah nya ke Sungai yang menjadi daya tarik utama objek wisata ini 
  4. Restribusi yang menurut beberapa masayarakat sekitar juga terkadang membuat pengunjung tidak nyaman karena sering terjadi pungutan pungutan liar pada waktu waktu tertentu. 
Pos Pintu masuk ke kawasan Objek Wisata Bukit Lawang 

Pernasalahan permasalahan diatas menjadi tanggung jawab bersama untuk di carikan jalan keluarnya sehingga Bukit Lawang akan terjaga konsistensi nya dalam rangka sebagai motor penggerak ekonomi masayarakat sekitar juga sebagai Paru Paru Dunia. Para pemangku kepentingan seperti Dinas pariwisata Kabupaten Langkat hendaknya sebagai "leader" dalam menjadikan Bukit Lawang Sebagai Destinasi Wisata yang Nyaman bagi Wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. 

Pelajar harus duduk diatas "oplet" dengan kondisi yang bisa membahayakan dirinya.

Hal lain yang menjadi kerisauan saya adalah sarana pendidikan yang kurang memadai bagi masyarakat setempat sebab dari dahulu saya kecil potret kehidupan seperti gambar diatas ini terjadi hingga saat ini masih belum tersedianya sarana transportasi yang layak dan nyaman bagi para Pelajar untuk menuju dan kembali dari Sekolah 

Semoga Tulisan saya ini menjadi semangat kita untuk menjadikan Bukit Lawang sebagai Destinasi Wisata yang Nyaman dan Indah .... dan memberikan damfak ekonomi yang positif bagi masyarakat sekitar.






Friday, December 7, 2012

PEMENANG LOMBA KATEGORI FOTO / VIDEO ANAMBAS 2012


PEMENANG LOMBA KATEGORI FOTO / VIDEO ANAMBAS 2012

Berdasarkan Hasil Penjurian Lomba Foto/Video Anambas 2012 Bertema Eksotis Anambas oleh Dewan Juri, Dengan ini diumumkan Pemenang Lomba Foto/Video Anambas 2012 adalah sebagai berikut,

PEMENANG LOMBA KATEGORI FOTO PARIWISATA ANAMBAS :

Juara I
Nama / ID                  : SAFARUDDIN / 2101042409820003
Judul / Lokasi Foto    : Temburun / Air Terjun Temburun Kab. kepulauan Anambas
Alamat                       : Tanjung Pinang

Juara II
Nama / ID                  : ZULFITRIO / 2105072508790001
Judul / Lokasi Foto    : Parkir Pompong / Kab. kepulauan Anambas
Alamat                       : Tarempa

Juara III
Nama / ID                  : RAIYANI MUHARRAMAH / 3271054502730016
Judul / Lokasi Foto    : Jemur Cengkeh / Kab. Anambas
Alamat                       : Bogor

Juara Harapan I
Nama / ID                  : AKHMAD KURNIAWAN PRAMBUDI / 2172040603800005
Judul / Lokasi Foto    : Pesona Penyu Pantai Padang Melang / Pantai Padang Melang, Jemaja
Alamat                       : Tanjung Pinang

Juara Harapan II
Nama / ID                  : HARY SETIA OKTIKA / 2105010712790001
Judul / Lokasi Foto    : Melompat untuk menang / Pantai Padang Melang , Jemaja
Alamat                       : Letung

Juara Harapan III
Nama / ID                  : NANDAN / 2105010712790001
Judul / Lokasi Foto    : Pesona Bawah Laut Pulau Kiabu / Desa Kiabu, Siantan Selatan
Alamat                       : Tarempa

Juara Harapan IV
Nama / ID                  : BAHTIAR / 2105020807710002
Judul / Lokasi Foto    : Uji Coba Sebelum Bertanding / Desa Batu Ampar Kec. Palmatak
Alamat                       : Palmatak

Juara Harapan V
Nama / ID                  : M.RIDDUAN TARA / 2105011712870001
Judul / Lokasi Foto    : Pariwisata Anambas / Kab. Kepulauan Anambas
Alamat                       : Tarempa


PEMENANG LOMBA KATEGORI VIDEO AKTIFITAS MASYARAKAT ANAMBAS :

Juara  I
Nama / ID                 : DARUSSALAM / 2172041508680002
Judul Video              : Wisata Budaya dan Bahari
Alamat                      : Tanjung Pinang

Juara  II
Nama / ID                 : DWI SARTONO FEBRIANTO / 617104170286007
Judul Video              : Deru Nadi Tarempa
Alamat                      : Tarempa

Juara  III
Nama / ID                 : RICO SUGANDA / 2105011915930001
Judul Video              : Anambas Dalam Cermin
Alamat                      : Tanjung Pinang

Pemenang Juara Harapan :

Juara  Harapan  I
Nama / ID                 : PAINO / 2171100210859002
Judul Video              : Wisata Air Terjun Temburun
Alamat                      : Batam

Juara Harapan II
Nama / ID                 : M. NASIR / 2105012203680002
Judul Video              : Sebongkah Batu Untuk Anambas
Alamat                      : Tarempa

Juara Harapan III
Nama / ID                 : RUSDI, S.Pd / 2105011003740001
Judul Video              : Penjelasan Jongkong
Alamat                      : Tarempa

Juara Harapan IV
Nama ID                   : SYAFRIL EFFENDI / 1403120809900644
Judul Video              : Aktifitas di Sore Hari
Alamat                      : Bengkalis

Juara Harapan V
Nama / ID                 : MUHAMMAD KHAIRON / 2103120120106920001
Judul Video              : Menitik Batu Untuk Kebutuhan Hidup
Alamat                      : Tarempa

Kepada Para Pemenang Lomba Foto/Video Anambas 2012 agar mengambil Hadiah (Uang Pembinaan + Trophy) Pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2012, dengan ketentuan jam pengambilan sebagai berikut :

Pemenang Lomba Foto Pukul 09.30 - 11.30 WIB
Pemenang Lomba Video Pukul 13.30 - 15.30 WIB 
Bertempat di :  


DINAS PARIWISATA KEBUDAYAAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Pada saat pengambilan Hadiah ( Uang Pembinaan + Trophy ), Para pemenang harus membawa identitas asli sesuai sengan ID masing-masing peserta pemenang lomba seperti pengumuman pemenang lomba di atas.

Demikian Pengumuman Pemenang Lomba Foto/Video Anambas 2012