Total Pageviews

Friday, September 14, 2012

Pulau Benan Lingga - Negeri Indah dihiasi Keramahan


Bermula perjalanan ini di awali dengan pendaftaran ulang peserta di pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang yang letaknya di hall keberangkatan satu persatu datang untuk mendaftarkan kemabli kepersertaannya. Peserta yang sudah mendaftarkan dirinya di beri topi hitam yang bertuliskan " Tour de Benan 2012". 

Tepak pukul 10.00 setelah seluruh peserta yang sebelumnya mendaftarkan diri melalui berbagai sarana seperti email, sms dan telpon makan daftar peserta pun sudah final dan pihak Syahbandar Pelabuhan Sri Bintan Pura memberikan izin berlayar bagi MV. Arena 2 yang sudah di penuhi oleh peserta Tour de Benan 2012. Perjalanan dengan ferry yang di lengkapi dengan pendingin ruangan AC tersebut di hibur dengan suara alunan musik lagu lagu lama yang membuai kan para peserta. ada yang berphoto photo ada yang tertidur dan ada juga yang berdiskusi dan berbincang bincang. di dek atas peserta juga ada yang berbincang bincang sambil menikmati isapan rokok dengan hembusan angin yang menderu. 

Sekitar 1 jam 10 menit peserta sudah tiba di dermaga Pulau Benan. dari kapal kami melihat sekumpulan orang orang sudah siap dengan atraksi penyambuutan. setibanya di pelabuhan orang yang telah di pilih pun menginjakkan kakinya di pelabuhan tersebut. taburan beras kunyit di tebar kan kepada pengunjung yang datang dan sepasang muda mudi menghampiri peserta dari Singapore untuk mengalungkan Bunga tanda suka cita masyarakat pulau itu atas kedatangan tamu tamu yang tegabung dalam rombongan Tour de Benan. 



Setelah berjalan ke pangkal pelabuhan telah bersiap sekumpulan orang dengan alat musik untuk menyuguhkan atraksi silat. 2 otrang pemuda tampak bersiap dan memberikan hormat kepada para tetammu yang bertanda memohon izin untuk menyuguhkan silat yang mereka akan pertunjukan. Atraksi silat ini merupakan sebuah sajian yang menunjukan betapa gembira dan semangatnya para penduduk sekitar menyambut kedatangan tetamu. Atraksi ini merupakan kebiasaan masyarakat setempat saat para tetamu terhormat datang ke suatu daerah atau tempat sebagai tanda untuk membuktikan bahwa rasa aman dan keselamatan para tetamu akan terjaga demikian perasaan yang kami rasakan saat melihat atraksi tersebut. 


Kemudian seluruh peserta diajak untuk melaksanakan program penghijau dengan menanam benih Kelapa di sepanjang Pantai Pulau Benan. Raut wajah gembira dan senang terpancar dari wajah para peserta dan bangga atas upaya masyarakat yang senantiasa menjadikan program ini bermanfaat dan berkesinambungan. 


Mata hari semakin tinggi dan sudah persis diatas kepala, perut pun terasa lapar tatkala mencium aroma makanan yang telah terhidang di meja prasmanaan yang sudah di persiapkan oleh Ibu Ibu penduduk Pulau Itu. Dengan senyuman dan sambutan hangat ibu ibu mempersilahkan para tetamu untuk menikmati hidangan makan siang. Sebuah kenikmatan yang mengesankan makan siang di tepi pantai dengan hembusan angin sepoi sepoi di bawah phon kelapa yang rindang. Makan siang semakin lengkap dengan sajian kelapa muda segar yang baru di ambil dari batangnya .......... Alhamdullilah... Nikmat yang tidak terlupakan..... 





Kemudian Peserta di perkenalkan dengan para pemilik rumah di mana para peserta akan menginap kemudian pemilik rumah dengan ramah mengajak peserta untuk menuju rumah masing masing. suasana kekeluargaan tampak terjadi antar peserta dan penduduk walau baru saja bertemu dan berkenalan. Rasa ramah dan kekeluargaan itu di pancarkan oleh hampir semua masyarakat sekitar Pulau Benan.



 

  

Pesta pantai pun dimulai .............

7 Buah jet ski yang tampak menghampiri pantai Pulau Benan dengan berbagai atraksi manuver di tunjukan oleh pengendaranya. Kemudian mereka menghampiri anak anak kecil Pulau itu untuk diajak berkeliling secara bergantian naik Jet Ski.. Wahhh ... Wajah gembira dan suka ria bisa di rasakan saat melihat begitu riangnya dan senangnya mereka di ajak untuk mengendarai kendararaan laut yang langka bagi mereka karena jarang ada di sana dan juga harganya cukup mahal. 

Sinar surya perlahan lahan mulai tenggelam di upuk Barat dan satu persatu peserta yang berada di sekitar pantai kembali menuju rumah nya masing masing. kami sore itu berkesempatan menikmati "sunset di depan pelabuhan sambil minum kopi di sebuah warung di tepi pelabuhan sambil berbincang bincang dengan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lingga seputar meningkatkan dan upaya pembangunan Pariwisata di Lingga. 


















Malam pun tiba kami pun bersiap siap menuju lokasi pantai dimana akan dilaksanakan Makan Malam bersama. Suasana hening dan gelap kami lalui antara jarak rumah menuju Pantai yang tidak begitu jauh. dari kejauhan kami sudah mencium aroma Ikan Bakar yang di persiapkan oleh penduduk untuk di santap malam itu. setibanya kami di lokasi itu tampak beberapa penduduk sedang mengipaskan alatnya kedepan arang yang membara. diatas panggangan terbaring seekor ikan yang cukup besar yang hampir masak. aroma bumbunya mulai berbaur dengan ikan menambah rasa ikan segera menyatap ikan tersebut semakin kuat. para tetamu pun kemudian dengan lahap menyantap hidangan Ikan Bakar dan ditambah sotong diolah dengan bumbu dengan kuah saya pun lupa nama "masakannya". Santapan makan malam pun di iringi dengan hiburan lagu lagu melayu dengan iringan keyboard. 





Nuansa malam itu semakin riuh dengan dendangan dan Hiburan "Joget Dangkong" ala masyarakat setempat. para penduduk dan peserta berbaur menjadi satu denganbergoyang mengikuti irama dan alunan musik pengiring Joget Dangkong. Joget Dangkong merupakan tradisi masyarakat setempat tatkala mengisi malam malam di bulan Purnama dan juga pesta rakyat. Suasana tampak riuh dan tampak sesekali tawa dan canda para penonton dan masyakarat yang menyaksikan acara itu. Malam pun semakin larut para peserta pun kembali ke Rumah nya masing masing. 


Suara Ayam Berkokok membangunkan kami kemudian pemilik rumah menyapa dan mengajak kami untuk menikmati sarapan pagi yang terhidang di meja makan. setelah mandi kami pun menikmati nasi lemak dan secangkir kopi ditemani oleh pemilik rumah menikmati sajian dengan sambil berbincang bincang. 

Pagi itu kami pun berjalan mengitari jalan lingkar yang sudah terbangun rapi dengan jarak lebih kurang 3 Kilometer kami mengelililingi sebagian pulau itu. pemandangan indah dengan suasana segar udara pagi kami rasakan. Pagi yang menyenangkan ......

Sambil menunggu jam keberangkatan pulang kami pun kembali berbincang bincang dengan Kepala Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Lingga  ditemani secangkir kopi dan Mie Goreng ala Masakan "Bang Acai" pemilik warung di Pulau Benan 

Sekitar jam 10.30 peserta satu persatu peserta sudah mengarah menuju pelabuhan untuk persiapan kembali menuju Kapal.Pukul 11.00 Horn (sirine) kapal pun memecah keheningan pagi di Pelabuhan Pulau Benan menandakan panggilan bagi seluruh peserta untuk segera naik Kapal. Setelah berpamitan dengan pemilik rumah dan panitia Kapal pun meninggalkan pulau itu untuk berlayar menuju Kota Tanjungpinang dimana para peserta dan Kami berpisah untuk ketemu lagi di perhelatan yang akan Datang

Selamat Tinggal Pulau Benan .... Kita akan Berjumpa Lagi 
Semoga Ramah Tamah nya penduduk Pulau Benan membawa kami kembali ke Pulau Benan yang Indah dan Menawan. 

SS

Thursday, March 8, 2012

Kepulauan Anambas
“Kepulauan sejuta Keindahan & Kenikmatan ”
The Islands of Paradise

Akhir pekan ini saya berkesempatan untuk kembali mengunjungi negeri di ujung Utara Provinsi Kepulauan Riau. Kunjungan ke Negeri Siantan ini merupakan tawaran emas dari Sang Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olah Raga kabupaten Anambas Bapak Raja Ishak. Perjalan ini kami mulai dari Bandara Raja Haji Fisabilliah. Siang yang mendung di hari Jumat itu membuat jadwal keberangkatan kami di tunda atas alasan operasional begitu lah sang pramugrari menyampaikan permohonan maaf nya kepada seluruh penumpang di pesawat fokker 50 yang sedang parkir di appront Bandara untuk menunggu persiapan lepas landas. Setelah sang pramugrasi menjelaskan tata cara keselamatan yang wajib di sampaikan kepada penumpang sesuai regulasi penerbangan sipil . Lepas landas berjalan dengan lancar dan sedikit guncangan terasa disaat pesawat menembus awan awan hitam yang bergumpal di udara. Setelah kira kira 20 menit di udara sang pramugrasi dengan senyumannya menawarkan sebotol air mineral dan beberapa kue/roti yang ditawarkan kepada penumpang untuk di ambil, satu aja ya kali malu juga mau ambil banyak, ntar di kirain lapar lagi. 

 “ Flight attendant .... “”prepare for arrival” begitu terdengar suara Pilot memberikan aba aba kepada pramugari untuk mempersiapkan segala seuatunya untuk landing kemudian tedengan suara lembut dari sang pramugari berkata “Penumpang kami yang terhormat sesaat lagi kita akan tiba di Bandara Matak, mohon pastikan sabuk pengaman Anda terpasa,  menegakkan sandaran kursi, emnutup meja dihadapan anda”. Disaat itu dari jendela terlihat bentangan pulau pulau indah yang tersebar di atas lautan yang biru di hiasi oleh rumah rumah penduduk di tepi pulau pulau menambah keindahaan pemandangan. Nice Landing captain .... Selamat datang di Matak Airport. Setelah mengambil barang di cabin kami pun menuruni tangga pesawat yang tidak begitu tinggi. Pemandangan Bandara yang walaupun kecil namun terlihat sibut pada saat itu karena di bandara ini sedang terparkir 2 pesawat dan 2 unit helicopter yang seluruhnya adalah pesawat untuk keperluan operasioal Conoco Philips dan Persuahan Migas lainnya yang memang bandara ini adalah milik mereka. Bandara kecil namun memliki pengamanan yang ketat dan rapi. Terlihat bangunan masih baru saja di renovasi hal tersebut terlihat dari bangunanya yang kokoh dan berdiri tegar.

Kota Tarempa pun sudah terlihat oleh mata, sebuah kota dengan rumah rumah yang bertengger di lereng lereng bukit dengan batu batu besar terlihat di sekitar kota ini. Kebeningan airnya membawa kita dapat menikmati keindahan karang karang laut di sekitar pelabuhan. Setibanya di Pelabuhan Pak kepala Dinas rupanya sudah mempersiapkan semuanya berikut sebuah sepeda motor dengan plat Merah, langsung di berikan kepada saya .... ini kunci motor dan kamar sudah di booking di Tarempa Beach kamar no . 317. Setibanya di hotel saya pun meminta kamar yang di pesan oleh Pak Kepala Dinas, Kamar ekskekutif ini Pak ...begitu kata sang penerima tamu hotel yang kalau di lihat namanya tidak sesuai dengan kenyataan karena di depan atau di sekitar hotel tidak ada pantai sama sekali... saya heran kenapa namanya pakai “beach”. Mungkin karena kalau dekat laut atau karena yang memberi nama juga mengartikan bahwa sesuatu yang di tepi laut adalah “beach”.

Tak sabar lagi untuk menyusuri Kota yang 2 tahun lalu pernah saya kunjungi, kini banyak berubah sebab kunjungan saya terdahulu jembatan yang terdapat di depan hotel kami ini belum rampung pengerjaannya, namun sekarang jembatan ini telah menghubungkan daratan di ujung pulau ini. Sunset momentum yang baik untuk di abadikan bongkahan batu batu besar di tepi Pulau dengan keunikan sebuah pemandangan susunan batu seolah olah di susun sehingga terlihat rapi dan berdiri tegar. Ombak ombak kecil menghantam bebatuan menambah eksotiknya pemadangan sore itu.

Malam semakin nikmat dengan suguhan udang dengan bumbu lada hitam di tambah sayur “baby Kailan” dan minuman the pahit hangat menambah semangat baru setelah perjalanan panjang dari Kota Tanjungpinang, di sela sela makan malam kami berbincang bincang dengan Bapak Raja Ishak Kadis Pariwisata dan Hidayat “sang Kapten” Speed boat yang membawa kami untuk menyusuri liku liku keindahan Kepulauan Anambas.

Pagi itu suasana tenang perlahan lahan matahari naik di ufuk timur menyinari lereng bukit di Pulau Siantan dengan teras laut yang tenang membangunkan tidur ku yang lelap setelah perjalanan kemarin. Inilah kisah perjalan di negeri Siantan Kepulauan Anambas bermula berikut catatan catatan yang saya bisa ungkapkan melalui tulisan ini :

Kota Tarempa Negeri Siantan

 Kota ini sudah dikenal dahulu kala sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang, mungkin publikasi dan informasi yang minim terhadap kota ini sehingga mungkin banyak orang secara nasional belum mengenal Kota ini. Kota yang memang terlihat sempit akibat pertumbuhan yang pesat atas dampak sebagai pusat pemerintahan Kabupaten yang termuda di Provinsi Kepulauan Riau ini sangat terasa dan sangat membutuhkan konsef pengembangan yang terpadu sehingga keindahan Kota ini akan dipertahankan. Rumah rumah di tepi laut kemudian berkembangan terus di atas lereng lereng Bukit yang satu saat nanti akan menghadapi kendala bila tidak di antisipasi dengan baik. Keunikan Kota tua ini bisa kita rasakan dari tawaran kuliner yang beraneka ragam mulai makanan ringan hingga makan berat dengan komoditi utama seafood seafood segar (fresh…real fresh)




Beberapa kuliner yang menggiurkan di Kota ini
·         Kerenas
·         Mie Tarempa
·         Roti Goreng
·         Nasi Dagang
·         Lakse
·         Bingke
·         Ikan Kerapu Sambal ijo
·         Ikan Merah Asam Pedas





Pantai Pulau Ayam
Pulau yang terletak di depan pulau jemaja ini dianugerahi oleh sang Pencipta dengan berbagai keindahan dan keunikan. Posisinya yang terlindung dari terpaan angin Utara yang merupakan tantangan besar daerak Kepulauan Anambas di saat musim nya, pasir pantai nya yang putih dan terhampar di depan air laut yang bening dengan karang karang laut  yang hanya berjarak 20 meter dari bibi pantai kemudian phon kelapa yang tumbuh subur di daratannya dengan bentangan bukit yang menutupi Pulau ini dari hembusan angin dari bagian utara menjadi kan Pulau ini benar benar “indah dan Menawan”




Pantai Padang Melang
Pantai yang paling terpanjang yang pernah saya lihat dalam hidup saya adalah Pantai ini lebih kurang panjangnya 7 Kilomenter dengan hamparan pasir putih yang bening bak Kristal yang bertebaran bersinar dikala siang hari. Pantai yang saat ini menjadi idola masyarakat sekitar disaat waktu waktu tertentu untuk mandi dan bermain di pantai. Pantai ini memiliki beberapa sarana pendukung seperti gazebo, toilet atau ruang bilas, warung warung milik masyarakat setempat yang menjual berbagai minuman dan makanan ringan. Lapangan volley pantai juga sudah tersedia disini. Minum kelapa dengan hembusan angin sepoi sepoi sambil duduk di gazebo gazebo menjadi kegiatan utama bila tidak berkatifitas di laut. Jika hendak mencoba memakai perahu kecil yang masyarakat sekitar menyebutnya “perahu appolo” pengganti kayak menjadi tawaran menantang untuk beraktifitas di pantai, jika belum pintar menggunakannya mintalah nelayan setempat untuk mengajari cara menggunakannya.



Wisata Agro di Jemaja
Di selatan Pulau Jemaja terdapat kawasan pertanian dengan kunikan dan suasana kampong yang damai dan tenteram. Bentangan sawah dan kebun kebun masyarakat yang bercocok tanam dengan berbagai tanaman seperti Padi, semangka, jeruk, sawi, kangkung dan banyak lagi tumbuhan tumbuhan pertanian yang dikelola oleh patani local bisa menjadi daya tarik wisata di Pulau ini. Kebanyakan pengolahan pertania di kawasan ini masih di lakukan secara tradisional. Peternakan lembu juga menjadi pemandangan yang unik yang juga memiliki daya tarik tersendiri untuk dijadikan wisata agro di kawasan ini.


 Snorkeling di Teluk Asam Pulau Mandariauw
“Menakjubkan” itulah kata yang keluar dalam benak saya ketika menceburkan diri ke lautan yang bening di sebuah kawasan karang karang laut yang indah bertebaran di dasar laut dengan lenggak lenggok ikan dengan berbagai jenis dan warna yang berbeda, berbaris beiringan meliuk liuk diatas karang menjadi sajian pemandangan yang menkjubkan. Tidak butuk keahlian yang banyak untuk melakukan kegiatan ini, dengan bantuan kaca mata selam dan alat snoerkling untuk bernapas di tambah lagi pelampung Anda akan menikmati keindahan bawah laut Kepulauan Anambas ini dengan mengasikan dan saya yakin kita bisa ketagihan.




Pantai Penjalin
Pantai dengan pasir putihnya menjadi pantai lainnya yang memberikan kesan bahwa Kabupaten Anambas ini memiliki kekayaan dan potensi besar terhadap pengembangan wisata bahari. Pantai dengan kombinasi kawasan karang laut yang tidak jauh dari bibir pantai ditambah lagi suasana batu batu besar di tepi pantai menjadikan pantai ini menjadi pantai yang mesti di kunjungi kalau berkunjung ke Anambas. Namun kondisi saat ini belum ada transportasi laut yang regular dari dank e Pulau ini sehingga kita harus menyewa kapal untuk menuju pulau Ini. Diving dan Snorkeling menjadi kegiatan yang mengasyikan di sekitar Pulau ini





Pulau Durai – Penangkaran Satwa Langka - Penyu
Pulau Durai hanya lebih kurang 30 menit dengan speed boat dari Kota Tarempa. Di Pulau yang juga memiliki pantai Indah dan Karang karang laut ini memiliki keunggulan dan kunikan lain yaitu sebagai pusat penangkaran dan pengembang biakan hewan langka yaitu Penyu. Pulau ini di huni oleh seorang Kakek yang menurut beliau sudah di situ sejak 24 tahun yang lalu di bantu seorang pemuda bernama Sabri. Mereka berdua disana membantu perusahaan pengolahan Migas untuk program penyelamatan hewan langka tersebut. di sebuah rumah yang sederhana dan sudah tua menurut Pak Lani itu mereka mendata dan mengindentifikasi proses pengembang biakan Penyu yang bertelur di sekitar Pulau Durai. Penyu merupakan hewan yang memiliki keunikan dimana dia menetas dia akan kembali lagi bertelur di tempat itu sebuah fenomena yang menarik untuk terus di pertahankan dan di lestarikan.


Perairan Pulau Durai juga menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap keindahan bawah lautnya yang mampu memberikan pemandangan yang menakjubkan bagi para penyelam dengan karakter ikan ikan besar dan karang karang laut yang indah menjadikan tawaran aktifitas lain di sekitar Pulau ini


  

Untuk menuju kawasan destinasi wisata diatas dapat dilalui dengan cara :

1.       Melalui Kapal dengan cara naik Kapal Bukit Raya, Sabuk Nusantara berangkat dari Tanjungpinang (jadwal cek di Kantor Pelni)
2.       Ferry – dari Tanjungpinang ke Kota Letung Jemaja dan Kota Tarempa di Siantan (jadwal masih menunggu setelah musim angin utara selesai)
3.       Melalui Pesawat SKY Aviation Tanjungpinang – Matak  kemudian di lanjutkan dengan speed boat menuju Kota Tarempa dan Anda harus bermalan untuk melanjutkan lagi keesokan harinya dengan Kapal menuju Kota Letung. Tiket bisa di dapatkan di EMKA Tours Jalan Ahmad Yani batu 5 atas Tanjungpinang

Fasilitas Pendukung :
1.       Hotel /losmen tersedia dari harga Rp. 150.000 hingga Rp. 400.000
2.       Restaurant (seafood- warung warung masyarakat)
3.       Transportasi : Ojek atau rental mobil

Waktu berkunjung :
·         Maret hingga July

Selamat menikmati keindahan Kepulauan Anambas .....The Islands of Paradise

Monday, February 13, 2012

Media - Travel Agent Fam Trip dan Lomba Photography Kabupaten Lingga

Tentang
Media - Travel Agent Fam Trip dan
Lomba Photography Kabupaten Lingga

Kegiatan yang di Fasilitasi Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata nya untuk mencoba memperkenalkan objek objek pariwisata di wilayah Kabupaten ini. Kegaitan ini akan berlangsung selama 3 hari 2 malam dimana para pesertanya akan di ajak langsung mengunjungi objek wisata seperti Desa wisata Pulau Benan, Desa Wisata Desun, Situs situs sejarah, dan fasilitas pariwisata lainnya.

Tujuan Kegiatan Adalah suatu kegiatan untuk mengajak pelaku usaha perjalanan wisata insane pers/media dan photographer / atau yang hobby photography untuk melihat dan memperkenalkan secara langsung potensi dan objek wisata daerah untuk di kenalkan lebih lanjut agar peserta mendapat informasi yang akurat terhadap destinasi wisata yang ada
Kegiatan ini juga akan mempertemukan pelaku usaha perjalanan dari daerah pasar wisatawan dengan pelaku usaha pariwisata di daerah tujuan wisata yang harapanya akan terjalain kerjama  B to B “Bisnis to Bisnis”
Dalam kesempatan ini sengaja di laksanakan kegiatan Lomba Photo yang pada akhirnya nanti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata memiliki koleksi berbagai photo photo objek dan daya tarik wisata yang bisa di gunakan untuk berbagai kegiatan

Mari Berwisata…..
About the
Lingga Media - Travel Agent Fam Trip
Photography Contest

This event hosted by The government of Lingga Regency at Cultures and Tourism Department which is trying to promote and introducing tourism destination along the area of Lingga Regency. This event will take 3 days and 2 Nights where the all participants will escorted to the tourism destination such as : tourism village of Benan Island, Tourism Village of Resun, historical sites, and other tourism facilities.

The goals of the event are to invites travel agent, media and photographer to see directly to the object so they will get accurate and correct information about the objects. This event also try to gathering all people from tourism industry from the market sources for a business feedback B to B
On this occasion also the Cultures and Tourism Office also hosted a Photography contest, hopes at the end of the event will achieve a lot of photos for publishing of the tourism spot and activities

Let tours…….



Program Kegiatan Fam Trip dan Lomba Photography Kabupaten Lingga
Programme of Fam Trip and Photography contest- Lingga Regency


WAKTU
Time
URAIAN KEGIATAN
Discriptions
KET
Remarks
HARI I - 27 April 2012 Day 1
09.00
Peserta berkumpul di pelabuhan Sribintan pura Tanjungpinang, regestrasi ulang melalui Panitia.
All participants assambly at Sri Bintan Pura Ferry terminal at Tanjungpinang Re-regrestration

10.30
Speed boat berangkat menuju Pulau Benan
Tiba di Pulau Benan Photo Hunting
Makan siang –
Boat Leaving to Benan Island  - Photo Hunting
Lunch

13.30 – 15.00
Speedboat berangkat menuju desa Pancur, setibanya di pancur peserta akan dibawa Mangrove tour menuju Desa Resun.
Mengunjungi Desa Wisata Resun (Air terjun)
Speed boat leaving to Pancur Village – Transit with mangrove river tour to Resun village

16.00
Menuju Kota Daik untuk check in Hotel
Transfer to Daik City for Check in at Hotel 

17.00
Check in Hotel
Penyerahan Hasil Photo ke Meja panitia
Check in Hotel – Photo collections (Photoraphers contestant only)

19.00
Welcome Dinner
Selesai
Istirahat
Welcome dinner – end of the day – rest and relax

HARI II - 28 April 2012 – Day II 28th April 2012
07.00
Sarapan Pagi
City Tour – Museum – Situs Istana Damnah
Breakfast
City tour to visit museum and Damnah Palace site

09.00
Desa Wisata - Pulau Mepar
Atraksi tari Ambung – Tamban Salai – Benteng – Makam
Visit tourism village at Mepar Island
Ambung dance – Roasted Fish – Fortress – Cemetry  

11.00
Menuju Singkep Pantai Batu Berdaun
Makan Siang – Ikan Bakar di tepi Pantai
Meriam tegak
Transfer to Singkep island visit atu Berdaun Beach –
Lunch by the beat with fish BBQ


14.00
Objek Wisata Pemandian Air Panas
Site inspection at Hot spirng

16.00
Menuju Kota Daik
Back To Daik city

17.30
Tiba Di Hotel
Penyerahan hasil photo di meja panitia
Arrive at Hotel
Photo collected at commitee desk

18.00
Penutupan penerimaan Photo
Juri Bersidang
Closing of Photo collected
Judging

19.30
Makan Malam di;lanjutkan dengan pengumuman Pemenang sekaligus ramah tamah dan diskusi
Dinner and Prize Awarding

23.00
Kembali ke Hotel
Istirahat
Back to Hotel – Rest and Relax

HARI III -29 April 2012
07.00
Sarapan pagi
Check out
Persiapan menuju Pelabuhan Tanjung Buton
Breakfast – Check out
Transfer to Jetty

08.30
Speed Boat menuju Tanjungpinang
Boat To Tanjungpinang

12.00
Tiba di Tanjungpinang
Selesai
Arrive at Tanjungppinang
Program end

Note  : Biaya transportasi, Makan Akomodasi Peserta akan ditanggung oleh Pemkab Lingga
                Transportations Meals, and accomodation host by Lingga Regency





PERSYARATAN UMUM LOMBA
Term and condition of competion
  • Lomba terbuka untuk umum baik Nasional maupun Internasional 
    • Open to public for national and international
·         Pendaftaran di lakukan dengan mengirimkan data pribadi ke email linggaphoto@gmail.com dengan melampirkan 1 file phot jpeg atau alamat ling personal web atau blog dan sejenisnya sebagai pertimbangan bagi panitia untuk kualifikasi peserta
·         Registration by sending personal data with 1 jpeg file attachement or link web, blog address to linggaphoto@gmail.com
·         Tema : Pesona Lingga Bunda Tanah Melayu “  
    • Theme “Lingga the Mother land of Malay”
  • 3 Kategori yang diperlombakan  : Category of contest
    • Landscape / Nature
    • Cultures /Heritages
    • Potrait /Human intrest
  • Peserta tidak di kenakan biaya pendaftaran
    • Free Registration
  • Panitia akan menanggung biaya transportasi, akomodasi, Makan dimulai dari Kota Tanjungpinang hingga kembali lagi ke Tanjungpinang
    • The organizer will cover transportation, meals, accommodation expenses from and to Tanjungpinang
  • Lokasi pemotretan Selama mengikuti program Media & Travel Agent di wilayah Kabupaten Lingga sesuai dengan jadwal yang di tentuukan oleh panita . 
    • Photography location are on schedule of Media and Travel agent Fam Trip Programme at Lingga Regency area as per schedule given by the organizer
  • Foto adalah hasil karya asli, dan bukan rekayasa digital. Asli dari Kamera
    • Photo are originally not on digital editing. Originally from camera
·         Setiap peserta wajib mengirimkan minimal 25 foto dan maksimal 50 photo.
·         All participant have to submit minimum 25 pcs to 50 of Photo
·         Tidak di perbolehkan melakukan olah digital dengan menggunakan software
·         Participant are not allowed to do editing by using software
  • Foto Harus berwarna
    • Color Photo
  • Foto berceritakan tentang Pesona keindahan Lingga – Bunda Tanah Melayu .
    • Photo tells about The Beauty of Lingga – The Mother land of Malay
  • Pengumpulan hasil karya dilakukan setelah program perjalanan fam trip berakhir setiap harinya pukul 18.00 di meja yang telah ditentukan oleh  Panitia.
    • Photo collected at 18.00 pm daily on the organizer desk
  • Penjurian hasil karya dilakukan pada tanggal 28 April 2012
    • Judgment on 28 April 2012 
  • Pengumuman pemenang dan pemberian hadiah dilakukan pada 28 April 2012 Malam hari pada saat acara farewell Party  .
    • Winner and prize presentation will held on 28 April 2012 evening while on Farewell Party
  • Semua foto peserta menjadi milik Panitia dan Panitia berhak menggunakan foto tersebut sebagai bahan publikasi tanpa harus meminta izin terlebih dahulu, (hak cipta tetap melekat pada photographer
    • All photos are belong to Organizer and the organizer has right to publish the photos without asking permit ion to photographer (copy right belong to Photographer)
  • Dengan mendaftarkan diri, peserta bersedia untuk terikat oleh ketentuan kompetisi.
    • All participants will follow terms and condition of the contest
  • Hadiah tidak dapat dialihkan, dan tidak dapat diganti atau ditambahkan.
    • Prize are not transferable,  replaceable, addable
  • Perselisihan apapun dalam kompetisi ini akan tunduk pada hukum Indonesia dan pengadilan memiliki yurisdiksi eksklusif atas isu-isu yang timbul dari kompetisi ini.
    • Any dispute in this competition will be subject to the laws of Indonesia and the courts have exclusive jurisdiction over issues arising from this competition.
  • Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
    • Decision of the judges is final and can not be contested.
·         Hadiah berupa uang dan pajak di tanggung oleh pemenang
·         Gifts of money and taxes on the responsibility of the winner


Info dan Pendaftaran
Info or registration to
or
EMKA Tours & Events
Mobile : +62812 619 7586