Total Pageviews

Tuesday, April 19, 2011

Event Event Pariwisata di Kepulauan Riau

 
 
 
KOTA TANJUNGPINANG
                    
1.     Pentas Seni VII Kota Tanjungpinang

·         19 Maret 2011 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
·         09 April 2011 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
·         16 April 2011 di Anjung Cahaya
·         07 Mei 2011 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
·         11 Juni 2011 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
·         25 Juni 2011 di Anjung Cahaya
·         10 September 2011 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
·         08 Oktober 2011 di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah
·         09 November di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah

2.     Gawai Seni (Tanggal 17 – 21 Mei 2011)
3.     Festival Teater dan Pantun (Tanggal 23 s/d 28 Oktober 2011)
4.     Dragon Boat Race 2011 ( November 2011)
Pelataran Dragon Boat Race depan Gedung Daerah Tanjungpinang
                  

 
Kabupaten Bintan 

1. Bintan Dance Festival
2 April 2011 - Gedung Nasional TanjungUban
Festival tari Bintan, diikuti sanggar sanggar tari yang ada di Kabupaten Bintan, Memperlombakan  Tarian Kreasi Melayu.

2. Fashion TV Party
14 Mei 2011 - Nirwana Garden
Night Party By the beach

3.  Bintan Fishing Festival 2011
15 Mei 2011 - Desa Berakit
Lomba memancing yang dilaksanakan di salah satu fishing spot di bintan, Dermaga Berakit  Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan

4.  Bintan Triathlon
21 – 22  Mei    Nirwana Garden
Multi Event Olahraga Ketahanan, berenang bersepeda dan berlari dalam berbagai jarak sesuai dengan Klasifikasinya,

5.     Bintan Cultural Festival
8 – 19  Juni 2011 - Reservoir Lagoi
A windows in to Indonesia, merupakan Event yang menampilakan keanekaragaman budaya Indonesia. Dari makanan tradisional, kerajinan tangan, pakaian, dan tarian-tarian. Semua  dalam satu tempat di Bintan Resort.

6.     Bintan Malay Sea Festival
18 - 19 Juni 2011 - Teluk Sebung
Bintan Malay Sea Festival merupakan Event yang menampilkan perlombaan/permainan tradisional melayu. Seperti : Dugong Boat Race, Lomba Sampan Layar, Lomba Jong (miniature sampan layar), dan atraksi permainan rakyat lainnya.

7.     Bintan Golf Championship 2011
25-26 Juni 2011 - Ria Bintan
Ajang turnamen golf bergengsi di Asia, dengan peserta dari berbagai Negara, bermain di lapangan golf ternama di Asia Tenggara “RIA BINTAN GOLF COURSE”

8.     Bintan Mountain Trekking & Durian Party
16 - 17 Juli 2011 - Desa Bukit Batu Gunung Bintan
Bintan Mountain Trekking & Durian Party  adalah perlombaan trekking melintasi hutan hujan gunung Bintan setinggi 340m dpl, ditambah dengan beberapa adventure games, dan diakhiri dengan pesta durian.

9.     Tour De Bintan 2011
11 – 13 November - Bintan Island
Ajang balap sepeda semi professional, diikuti cyclist dari berbagai negara Eropa, Asia, Australia dan Amerika. Jarak tempuh melintasi ¾ pulau bintan 100 sampai dengan 200 km dengan view pantai dan hutan tropis. Terdiri dari beberapa category sesuai dengan klasifikasi cyclist itu sendiri.

10.            Bintan Bupati Cup VI Golf Tournament
Desember 2011 – Bintan Resort
Merupakan event di akhir tahun, tournament golf yang diikuti golfer – golfer dalam dan luar negeri.



 



Kabupaten Lingga 

1.      MANDI SYAFAR   
      02 Februari 2011
Mandi Syafar adalah suatu kegiatan tradisi yang dilaksanakan sebagian masyarakat Melayu Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tradisi yang bernuansa Islami ini dilaksanakan setiap tahun, tepatnya pada setiap hari Rabu minggu IV bulan Safar tahun Hijriah. Kegiatan ini telah dilaksnakan turun temurun yang berlangsung sejak Sultan Lingga Riau yang terakhir, Sultan Abdurrahman Muazamsyah yang memerintah daru tahun 1883 – 1911. Maka mandi syafar sebenarnya adalah intropeksi diri baik jasmani maupun rohani yang didalamnya terkandung mengharapkan  keridhaan Allah SWT agar diselamatkan dari musibah dan malapetaka serta memohon keampunan-Nya atas segala kesalahan dan kekurangan yang pernah diperbuat agar tidak terjadi lagi dimasa-masa yang akan mendatang. Sedangkan makna sosialnya adalah tetap terjalinnya hubungan silahturahmi antar keluarga dan masyarakat yang ditandai dengan kekompakan dan kebersamaan baik ketika di rumah-rumah ibadah maupun di tempat-tempat pemandian atau di objek-objek wisata diantaranya : Air Terjun Resun di Kecamatan Lingga Utara; Pantai Serim di Kecamatan Lingga; Pemandian Lubuk Papan di Kecamatan Lingga; Pantai Pasir Panjang Karang Bersulam di Kecamatan Lingga dan Pantai Mempanak, Desa Sungai Pinang di Kecamatan Lingga.

2.      LINGGA FISHING FESTIVAL
Tanggal 29 April s/d 01 Mei 2011
Lingga Fishing Festival Kabupaten Lingga Tahun 2010 dimotori oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lingga, yang merupakan kegiatan yang secara langsung mengenalkan kepada masyarakat bahwa kita mempunyai keindahan bahari, khususnya di Pulau Pena’ah. Kegiatan ini dirancang sebagai ajang kompetisi yang dapat menggalakkan rasa cinta bahari dan keakraban peserta dari berbagai daerah. Lomba memancing merupakan kegiatan utama, sedangkan kegiatan pendukung terdiri dari Dayung Sampan, Voli pantai,Lomba Kano, berwisata berkeliling pulau Pena’ah, snorkeling, diving dan joged dangkong. Kegiatan ini nantinya sangat diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi masyarakat di Senayang pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Lingga pada umumnya, karena Senayang adalah daerah yang sangat berpotensi sebagai pusat wisata bahari. Dengan indahnya gugusan terumbu karang dan mempesonanya pemandangan laut di Senayang diharapkan dapat dinikmati oleh wisatawan yang datang dari berbagai penjuru dunia. Untuk itulah kegiatan LFF yang merupakan agenda tahunan.

3.     HAUL JAMA’
Minggu pertama Bulan Juli 2011
Merupakan ritual kegiatan keagamaan berskala tahunan yang dilaksanakan menjelang datangnya bulan suci Ramadhan atau tepatnya di bulan sya’ban. Masyarakat Kabupaten Lingga khususnya kaum muslimin tidak pernah melupakan kegiatan yang telah menjadi tradisi budaya melayu ini, yang mempunyai tujuan mendoa’kan orang yang sudah meninggal dunia dan memohon ampunan Allah SWT.
 4.      MALAM TUJUH LIKUR
Pada minggu ke IV bulan Agustus 2011
Salah satu tradisi masyarakat Kabupaten Lingga yang dilaksanakan pada setiap malam 27 Ramadhan adalah “ Malam Tujuh Likur”. Pada malam itu hampir setiap rumah penduduk menyalakan pelita (lampu teplok) disekitar rumah, jalan dan lorong-lorong, serba digerbang-gerbang yang dibangun bernuansa Islami seperti bertuliskan khaligrafi dan kubah mesjid.
5.      RAMPAI SENI BUDAYA MELAYU (RSBM)
PADA BULAN DESEMBER MINGGU I
Perhelatan RSBM yang dilaksanakan setiap tahun merupakan kegiatan kalender tahunan sebagai salah satu upaya pelestarian seni budaya melayu agar terus menerus hidup dan berkembang di negeri Bunda Tanah Melayu secara dinamis, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
KEGIATAN-KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN PADA RSBM KABUPATEN LINGGA 2010, YAITU:
1. LOMBA LAGU MELAYU
2. LOMBA TARI INAI
3. LOMBA SILAT PENGANTIN
4. LOMBA TARI TRADISI
5. LOMBA TARI KREASI
6. LOMBA CIPTA MENU BAHAN DASAR SAGU
7. PEMENTASAN BANGSAWAN
8. WORKSHOP TARI DAN MUSIK
9. PAMERAN BONSAI 

6.      GERAKAN SAYANG BENDA CAGAR BUDAYA (GSBCB)
BULAN OKTOBER MINGGU KE II
Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah Kabupaten Lingga terhadap kepedulian masyarakat didalam penyelamatan benda cagar budaya. (BCB) kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2006 dan tercatat jumlah benda cagar budaya (BCB) yang telah dihibahkan masyarakat ke Museum Mini Linggam Cahaya sampai bulan Oktober 2010 sebanyak 1.922 buah dengan jumlah penghibah sebanyak 1.444 orang.         


  

  


Tuesday, April 12, 2011

Menuju Titik Terjauh - Negeri Timbalan Riau

It’s Bintan Breathtaking Journey 

Sebuah kapal sudah tersandar rapi di sebuah pelabuhan milik Kantor Navigasi Kijang. Kapal yang sehari hari nya bekerja untuk memelihara Sarana Bantu Navigasi itu Hari ini akan di pergunakan untuk mengakut seluruh rombongan kunjungan Kerja Bupati Bintan menuju Kecamatan Tambelan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan oleh Bupati Bintan beserta unsur satuan kerja perangkat dinas di Kabupaten Bintan. 
Gemuruh Horn memecah keheningan pelabuhan yang memang jauh dari keramaian penduduk yang menandakan persiapan keberangkatan kapal akan segera dilakukan. Sesaat setelah Bupati Bintan beserta istri naik ke atas kapal sang Nahkodapun memerintahkan awak kapalnya untuk melepas tali penambat di dermaga itu. Kapal KN Jadayat itu lah nama kapal yang kami tumpangi dengan kecepatan 10 Mil / jam yang akan menempuh lebih kurang 240 mil menuju kecamatan Tambelan negeri yang dijuluki Timbalan Riau. Lebih kurang 200 orang di tambah 22 awak kapal menelusuri laut cina selatan yang membiru di siang itu. Kapal yang di Nahkodai oleh Lauren De Pretes yang awal nya Aku berpikir sang nahkoda adalah seorang warga negate asing, Portugis atau Spanyol begitu dalam benak Ku. Perjalanan yang panjang yang sebelum nya belum terbayang di benak ku karena negeri ini baru pertama kali akan ku kunjungi.

Tiga jam perjalanan dari pelabuhan Kapal mulai memainkan iramanya mengikuti aluran gelombang laut Cina Selatan yang terkenal dengan gemulai dan lenturnya ombak di kawasan perairan ini. Satu kesempatan untuk berbincang bincang dengan sang Nahkoda Kapal dan bersama Mantan Nahkoda Kapal KN. Jadayat mengisi waktu perjalanan yang memberikan berbagai ilmu dan berbagi pengalaman bekerja sebagai seorang pelaut bak kata lagu “ Siapa Bilang Pelaut Mata Keranjang”. Dengan bersemangatnya sang Mantan Nahkoda Kapal ini juga berbagi tentang peralatan yang digunakan untuk membantu sitem operasional kapal yang aku lihat cukup modern dan canggih. Hitungan jarak, mengisi buku jurnal dan banyak ilmu yang dibagi bagi  dan apresasi untuk Sang Nahkoda dan Mantan Nahkoda .

Perjalanan ini memang sudah berulang ulang yang secara tahunan dilakukan oleh Bupati Bintan dimana untuk menghilangkan rasa kejenuhan para penumpang pihak Bupati Bintan mempersiapkan sarana hiburan dengan membawa pemusik keyboard dan penyanyi untuk menghibur seluruh penumpang yang ada. Acara hiburan yang di pandu oleh seorang MC Ustad Chandra yang cukup kocak dan humoris menjadikan suasana perjalanan menjadi hidup dan mampu menhilangkan kebosanan para penumpang Kapal tersebut. Dalam suasana kekeluaragaan itu Bupati Bintan Bapak Ansar Ahmad beserta pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bintan menyempatkan untuk berdialog dengan tokoh tokoh masyarakat dan juga menyumbangkan suara emasnya untuk bernyanyi bersama. Lagu demi lagu sehingga matahari terbenam di upuk barat Hiburan pun di hentikan sejenak untuk istirahat dan shalat Maghrib dan akan di lanjutkan setelah shalat Isya.

Perjalanan menelusuri ombak ombak Laut Cina Selatan pada malam itu terasa semakin bergelora dan kami pun beristirahat di ruang makan yang memang kapasitas tidur atau kamar di Kapal ini sangat terbatas sehingga bagi penumpang yang ikut dapat memilih tempat tidur yang nyaman bagi masing masing penumpang.

Matahari belum memunculkan wajahnya dan kami pun sudah terjaga dari tidur yang memang tidak bisa terlelap seoerti tidur di rumah. Kami memilih untuk menunggu matahari terbit yang kebetulan posisinya ada di depan haluan kapal. Pemandangan Matahari terbit yang indah, perlahan lahan matahari muncul dari upuk timur dan sayup sayup terlihat bentuk pulau pulau yang berhampiran dengan pulau yang menjadi tujuan kami. Negeri Timbalan Riau itu semakin lama semakin jelas terlihat dan kira kira pukul 9 pagi tampak speeb boat “SRI Tambelan” yang merupakan kapal untuk operasional Camat Tambelan dan kapal Puskesmas Keliling serta sekitar 20 kapal nelayan menyanbut kedatangan sang Pemimpin Negeri. Kapal kapal nelayan dengan kibaran bendera merah putih di atas kapal seolah olah menandakan begitu berkobarnya semangat dan harapan akan kedatangan sang Pemimpin.

Tak begitu lama kapal pun mengurangi kecepatan untuk memasuki alur mengikuti rambu rambu yang tersedia di sisi kiri dan kanan kapal. Terlihat begitu meriah di pelataran pelabuhan telah berdiri Camat, Kapolsek tokoh masyarakat. Iringan musik kompang menggema di pelabuhan dengan bersemangat para ibu ibu itu bernyanyi untuk menyambut kedatangan rombangan Bupati Bintan. Dengan memakai Tanjak Bupati Bintan beserta Istri, Ketua DPRD Bintan dan Sekda Bintan di sambut dengan hangat oleh pempimpin negeri itu dan masyarakat yang antusias berbaris di sisi kiri jalan untuk bersalaman dengan Bupati beserta rombongan. Rombongan pun di jamu dengan teh dan kopi tidak ketinggalan zuadah atau makan local yang menggoda. Tidak begitu lama beristirahat rombongan pun bertolah dengan sarana transportasi yang sangat terbatas lebih kurang hanya ada 4 mobil saja yang ada di sana itu pun mobil pick up terbuka dan sebuah ambulance. Kegiatan Bupati Bintan pun di lanjutan di halaman rumah kediaman resmi Camat Tambelan yang di awali dengan penyambutan dengan atraksi silat, kemudian acara resmi serta dialog dengan masyarakat yang menginginkan beberapa percepatan pembangunan dan dukungan pemerintah Kabupaten Bintan yang antara lain :
  1. Pembangunan bidang Perbankan
  2. Peningkatan pelayanan Listrik yang saat hanya melayani dari jam 6 sore sampai dengan jam 6 pagi saja untuk itu masyarakat yang kesehariannya membutuhkan aliran listrik
  3. Membantu pendistribusian dan promosi produk industri rumah tangga seperti kerupuk, ikan asin dan lain lain
  4. Pengembangan Kepariwisataan
  5. Pembinaan ahlak generasi muda
  6. Meningkatkan pengawasan kelautan dari penjarahan oleh orang orang asing di perairan Tambelan
Dari point point tersebut diatas kami sangat tertarik dengan point no 4 (empat) dimana menjadi core bisnis kami dan memiliki pengalaman di bidang tersebut. Kami juga menyaksikan Bersempena kegiatan tersebut di lakukan penanda tangan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Bintan yang dalam hal ini di wakili oleh Bupati Bintan dengan Managemen Bintan Resort Cakrawala yang di wakili oleh Bapak Syamsumar dalam hal program penyelamatan hewan langka yaitu Penyu. Diketahui bahwa Tambelan merupakan “surga” penyu di mana dari 72 pulau yang terssebar di Kecamatan ini ada lebih kuran 5 pulau yang menjadi tempat pertumbuhan dan produksi telur penyu terbesar yang diperkirakan lebih kurang 800.000 telur di produksi selama sebulan ????.
Sore hari itu saya mencoba berkeliling dengan menggunakan sepeda motor untuk melihat lebih dekat potret kehidupan masyarakat di Tambelan yang  cukup memiliki hidup yang diatas rata rata, hal ini telihat dari konsumtif dan cara hidup sebagian besar masyarakat di sana seperti : parabola di depan rumah, sekilas terlihat prabotan dan kursi tamu yang terbuat dari kayu jati dan prabotan yang mewah.
Beberapa rumah sudah terpasang pendingin ruangan atau AC, hiruk pikuk kendaraan roda dua yang memang karena keterbatasan ruas jalan saja sehingga masyarakat enggan membeli mobil.

Wisata Kuliner
Canda dan tawa masyarakat yang bersenda gurau di tepi jalan dan di beranda rumah kami rasakan begitu terlihat keramahan yang di sajikan kepada para pengunjung dan memang hari itu seluruh masyarakat memang menjadi tuan rumah. Pengalaman yang berkesan bagi saya ada saat saya masuk ke beberapa rumah di meja makan selalunya tersedia hidangan yang tersaji rapi mulai dari sarapan pagi, makan siang dan malam selalunya tersaji di meja makan. Kue Bingka Berendam dan Roti serikaya menjadi santapan yang selalunya ada. Dan memang katanya “Anda akan belum sampai di Tambelan jika belum menyantap makanan tersebut” begitulah masyarakat sana selalu berkata. Sayang saya tak sempat menikmati Bingke berendam di campur dengan pisang goreng hangat. 

Asam pedas menjadi hidangan utama ditambah lagi sambal belacan dengan campuran mangga, ikan goreng dan ikan gulai, kesegaran ikan ini terasa sekali. Dan saya berkeyakinan orang orang Tambelan itu pinter pinter ada  2 profersor katanya dari Negeri itu ya ...saya yakin karena sering makan ikan katanya bisa buat kita pintar. Begitu banyak jenis ikan ikan yang harganya mahal dihasilkan dari perairan Tambelan ini. Bubur pedas sempat menjadi santapan saya di sore itu dengan rasa nya yang khas mampu memberikan kehangatan badan sehingga terasa segar dan menyehatkan. Ikan salai yang juga menjadi andalan daerah ini terlihat banyak masyarakat yang menjemur dan melakukan proses produksi ikan ini dan ikan salai ini memiliki aroma yang khas jika di olah dengan racikan bumbu bumbu yang tepat yang mampu meningkatkan selera makan yang tinggi

Wisata Memancing
Potensi kelautan dengan ikan ikan yang berlimbah menjadikan Kecamatan Tambelan ini menjadi surga bagi mereka yang suka dan menyenangi kegiatan memancing. Salah seorang warga Tanjungpinang yang sengaja datang kesana mencoba untuk menjajal potensi memancing mengakui memang Tambelan memiliki potensi laut yang berlimpah. Beliau menuturkan ada 70 ekor ikan yang berhasil di pancing selama 2 kali melaut dengan waktu lebih kurang 4 jam saja memancing. Namun ia mengatakan tidak puas dengan keterbatasan waktu sehingga berkeinginan untuk kembali ke Tambelan dengan tantangan ikan ikan besar seperti di acara salah satu televisi swasta nasional itu katanya.
Pengalaman lain yang saya dengar dari rekan rekan yang ikut dengan rombongan dimana mereka memancing iseng iseng di kapal yang kami gunakan terparkir di pelabuhan, ada beberapa kali kail mereka dimakan ikan besar dan pengalaman yang tidak terlupakan bagi mereka ketika seekor ikan krapu yang cukup besar terpancing, dengan berbagai upaya dan cara mereka mencoba untuk menarik tali pancingnya sehingga beberapa orang yang di kapal tersebut tertegun melihat proses penarikan ikan tersebut, sampai sampai salah seorang rekannya mengabadikan dengan menggunakan video dari handphone nya. Melalui handphone itulah mereka menceritakan pengalamannya menarik ikan Krapu yang diperkirakan harga seekornya mencapai Rp. 800.000. sungguh merupakan atraksi yang menarik untuk dijadikan kegiatan berwisata.

Wisata Bawah Laut
Siang itu matahari bersinar cerah sehingga menjadikan warna laut di sekitar pelabuhan kelihatan bening  dan karang karang yang tersebar di sekitar pelabuhan terlihat jelas, ikan ikan yang bermain di sekitar karang karang tersebut membuat minat saya untuk terjun kelaut semakin tinggi. Memang persiapan untuk “bersnorkling” sudah dipersiapkan dari Tanjungpinang. Byuuuuurrr.... Saya pun langsung terjun ke laut dengan menggunakan sebuah kaca selam dan selang dilengkapi “life Jacket” yang saya pinjam dari kapal saya pun mengapung disekitar pelabuhan. Terlihat karang karang dan ikan ikan bermain dengan riang gembira ada yang kecil dan ada juga yang besar. Pandangan saya terganggu melihat beberapa karang yang sudah rusak dan ini menjadi catatan bagi saya mengapa orang orang ingin mendapatkan sesuatu itu dengan tidak memikirkan masa depan. Rasa kepedulian terhadap lingkungan yang kurang serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem dan biota laut ini menjadi sesuatu yang perlu di pikirkan secara seiurs oleh orang orang yang memiliki kewenangan terhadap itu. Hal ini juga terpikir oleh saya sepanjang jalan diatas kapal kebanyakan orang dengan tidak merasa bersalah membuang sampah kelaut. Aku berpikir dan berharap semoga mereka mereka cepat sadar dan tidak membuang sampah kelaut dengan seenak perut nya itu.

Ada seorang nelayan yang saat itu sedang menyandarkan kapalnya di pelabuhan mengajak saya untuk bersnorkling lebih jauh lagi dari lokasi yang saya sudah lihat. Tawaran itu saya terima dengan senang hati dan leboh kurang dengan jarah 300 meter dari pelabuhan kami pun turun dan mengapung melihat seperti apa bawah laut nya. Cukup indah dengan jernihnya pandangan merupakan modal yang besar untuk menjual potensi bawah laut di Tambelan menjadi atraksi wisata minat khusus. Di sisi lain bahwa Penyu Penyu yang menjadi hewan langka di dunia dengan keunikan unikan nya menjadi daya tarik khusus untuk terus di kemas menjadikannya sebagai atraksi wisata yang berbasis edukasi dan konservasi.

Wisata “ Luxurious Resort “ atau “Private Islands”

Pulau pulau dengan pasir putih di Kecamatan Tambelan
Pulau pulau yang berjumlah 72 buah dengan ukuran kecil dan besar yang tersebar di wilayah Kecamatan Tambelan memiliki karakter bukit dan pantai berpasir putih dengan bebatuan bebatuan besar menjadi sajian pemandangan yang menarik, walaupun perjalanan yang pertama kali ke wilayah ini saya belum berkesempatan untuk melihat secara dekat pulau pulau tersebut namun saya bisa lihat dari kejauhan beberapa pulau memiliki keindahan tersendiri yang di padukan dengan beningnyanya air laut. Konsep pengembangan wisata eksklusif menjadi tantangan bagi semua pihak untuk menjadikan Tambelan menjadi destinasi wisata dunia. Maldives, Caribbean, Pulau Redang di Malaysia dan Pulau Nikoi di Bintan bisa di jadikan contoh untuk mengembangkan pulau pulau kecil di wilayah ini. Villa Villa diatas air laut yang membiru di tambah aktifitas berjemur di pantai serta fasilitas bersnorkling dan diving menjadi tema tema sajian resort resort yang berkelas dunia dengan akses khusus dengan menggunakan “sea plane” atau kapal pribadi (yacht).
Tambelan menyimpan begitu besar potensi keindahan alam khususnya laut  dengan perpaduan keramahan masyarakat lokal menjadi modal utama menjadikan Tambelan sebagai Destinasi Wisata Unggulan di Asia.

Wisata Sejarah
Tambelan yang juga dikenal dengan Negeri Timbalan Riau memiliki sejarah penting dalam masa kejayaan kerajaan Johor – Pahang  ini terbukti dengan adanya makam Sultan Abdulah Maayatsyah Dan beberapa peninggalan peninggalan sejarah di masa itu yang sampai saat ini bisa di temukan di beberapa tempat di Kecamatan Tambelan. Bukti Bukti lain dapat di lihat dari beberapa catatan sejarah seperti buku Tuhfat al Nafis karangan Raja Ali Haji.

Perjalanan saya ke Negeri Timbalan Riau ini memberikan pengalaman indah yang sulit di lupakan dengan berbagai hasrat di benak kepala ini untuk dituangkan sebagai program yang bisa memberikan keuntungan kepada semua pihak

Sail Tambelan menjadi program yang sedang saya piker untuk di gagas pada tahun 2012. Dukungan semua pihak sangat di harapakan untuk terlaksanaanya program itu. 

Let's Sail Tambelan …..Save the Turtles …..feel the peaceful .....







Monday, March 14, 2011

Pulau Mapur - Kemilau Permata Laut Cina Selatan

Captain
Sang Mentari belum menampakkan wajahnya karna pagi itu memang cuaca agak sedikit mendung. Langkah kami hentikan sejenak untuk menikmati sarapan pagi di Desa Gesek yang terkenal dengan Otak Otak khas Bintan dan Juga Nasi Lemak. Kendaran pun di parkir di depan Kedai Kopi "Hindy" yang biasa kami singgahi apa bila melakukan perjalanan menuju Utara Pulau Bintan maupun ke arah Timur. Dengan secangkir Kopi Susu dan Nasi Lemak di tambah lagi Udang Goreng Tepung menghiasi nikmatnya pagi itu .... suguhan otak otak panas menjadi penambah lengkapnya sarapan pagi ku. hmmm terhenti sejenak ...ada telpon orang menagih (invoice)...hahahaha....

Ada pernah Ku dengar bak orang Bule bilang ..."Kesuksesan Hari itu tergantung bagaimana Anda Sarapan". Mungkin ada benarnya juga pepatah orang bule itu ... 

Setelah menyelesaikan Sarpan pagi nan Nikmat itu kami langsung menuju desa Malang Rapat, disana telah menunggu sang Captain dengan 2 orang ABK kapalnya. Kapal pun di persiapkan untk membawa kami mengarungi Laut Cina selatan yang pada musimnya memang cukup membuat kita tertantang dengan ombak ombak yang terkadang membuat orang bisa bercerita panjang. alunan aluna ombak mulai terasa sehingga ku coba untuk membaring diri yang membuat ku terlali dengan hembusan angin laut yang segar .....

Lebih Kurang 1 jam 10 Menit kami tiba di Pulau yang sepi dan damai. Kapal Pun di tambatkan di pelabuhan yang cukup permanen dan nyaman. Momen ini ku abadikan dengan kamera pocket dalam benak ku ...rasanya kepingin punya rumah di pulau ini untuk berwakhir minggu ....
Sudut pulau Mapur nan Damai

Anak anak di Pulau Mapur
Menurut masyarakat di sana pulau Mapur ini di Huni sejak lebih kurang Tahun 1960 (nggak yakin, mungkin lebih awal lagi ) gitu lah ada 2 rumah saja pada awalnya dan sampai saat ini ada 240 an KK yang tinggal yang mayoritas adalah Nelayan. Kehidupan yang dinamis, rukun dan harmonis bisa Ku rasakan sapaan dari masyarakat setempat kepada captain kapal kami menandakan begitu hangat terasa. senyuman anak anak yang bermain kelereng dan juga kaum Bapak Bapak yang sedang asyik mempersiapkan "bubu" (alat untuk menangkap ikan). Rumah rumah sederhana di bawah pohon kelapa yang melambai lambai seolang menyambut kedatangan kami di Pulau itu 
Pak Maman asal Sunda yang puluhan tahun tinggal dan menetap di Pulau Mapur, bak pepatah Asam di gunung ikan di laut ...
Setelah mencari Sepeda motor pinjaman kami pun menelusuri jalan yang sebagian sudah di semenisasi dan paving block kami pun menuju Kampung Bebak. Jalan yang hanya bisa di lalui sepeda motor itu memberikan inspirasi ....(ECO CHALLENGES) sambil di perjalanan aku berpikir Pulau ini bisa menjadi berbagai kegiatan yang menarik bagi wisatawan .... 
Pantai di Kampung Bebak

Tiba di Kampung Bebak hamparan pantai dengan pasir Puith dengan air laut yang bening menjadi sajian pemandangan di tambah lagi hamparan pohon kelapa menjadi pemandangan yang berkesan. Suguhan kelapa muda yang segar menjadikan perjalanan ini menjadi berkesan bagi kami ...ketika aku bertanya berapa bayarnya bu....jawabnya tak usah bayar ...asik gratis ......inilah keramahan budaya timur ......... i love it 
Kelapa Muda ala Gratis
Hari Menjelang siang kami pun bergegas kembali menuju pusat desa, disana telah menunggu ikan bakar, asam pedas dan ikan goreng .....hmmmmm nikmatnya siang itu walau dengan penyajian sederhana di tambah tiupan angin menjadikan siang yang berkesan.... dan Aku lah orang yang paling terakhir selesai menyantap hidangan hidangan yang ada ....

Mentari pun mulai condong ke barat walau mata berat yang rasanya hendak tidur namun kamipun harus kembali ke kapal untuk kembali ke Pulau Bintan

berharap kembali ke Mapur dengan berbagai konsef di dalam pikir ....semoga apa yang ada dalam benak pikir ini akan menjadikan Mapur Berkilau bak Permata ......
Salah satu resort di hamaparan Laut Cina Selatan




Monday, March 7, 2011

Mau Kemana Kita ??

Mutasi pejabat di negeri Segantang lada alias di Kepulauan Riau ini sedang terjadi baik itu di tingkat Kabupaten, Kota maupun di tingkat Provinsi hingga desas desus di tingkat nasional. secara Khusus menyoroti bidang yang saya geluti yaitu Kepariwisataan telah terjadi mutasi Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang pada beberapa waktu yang lalu. Kemudian terdengar di telinga kami juga akan terjadi mutasi di tingkat Provinsi begitu juga di Kota Batam karena desas desus pengganti Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri yang akan datang adalah Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam. 

Mutasi yang terjadi jelas akan merubah irama dan cara memimpin lembaga yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat dan melestarikan kebudayaan negeri ini. Mulai dari konsef, kebijakan, format, event pariwisata, Program kerja dan saya yakin akan banyak perubahan yang terjadi.

Belum lama ini Presiden Republik Indonesia dengan semangat yang membara dan berpidato di depan khalayak ramai dari pejabat, dari kalangan eksekutif legeslatif dan yudikatif, pengusaha, tokoh masyarakat dan juga pengusaha kepariwisataan di Kepri ini menyampaikan harapan yang tinggi dan apresiasi kepada kepariwisataan Kepulauan Riau yang terinspirasi dari sebuah film yang dibuat oleh Sutradara Itali dengan Judul  Eat Pray Love, http://www.youtube.com/watch?v=mjay5vgIwt4, berharap bahwa Kepri memiliki destinasi wisata yang terdapat di dalam cerita film yang di bintangi oleh Julia Robert itu keyakinan beliau setelah melihat potensi yang besar itu ada pada Provinsi ini. Namun pada sambutannya beliau juga mengharapkan agar kita tidak salah dalam mengembangkan kepariwisataan di Kepulauan Riau ini sehingga beliau menyebutnya dengan "gatot" alias Gagal total. Sambutan beliau bagi saya merupakan motivasi yang besar namun sepenglihatan saya banyak pemipin yang memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mensukseskan kepariwisataan di Kepulauan Riau ini tidak hadir atau tidak diundang untuk ikut mendengarkan sambutan beliau.... sayang sayang sungguh sayang .....

Kompas mana yang akan di pakai oleh Kepala dinas Kepala Dinas  pariwisata di negeri segantang lada ini untuk menuju Kepulauan Riau sebagai "Bunda Tanah Melayu dan Destinasi Wisata Bahari Unggulan", di dalam perahu yang di tumpangi oleh Pelaku usaha pariwisata Kecil, Menengah, dan besar, yang terdiri dari Hotel, Biro Perjalanan, dan Pantai pijat yang sekarang lebih keren nya di kenal dengan spa, pedagang cendera mata, pekerja pariwisata Pramuwisata seperti saya, yang satu dari begitu banyak orang yang berharap akan kesejahteraan yang melimpah dari kepariwisataan ini ??????

meminjam lirik lagu group Band Armada " 

Chorus
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
jika kau terus menunda-nunda dan
Dm E
dan tak pernah nyatakan cinta
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
Ku tak akan terus jalani
Dm E
tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku /kami

Apakah Kepariwisataan di Kepri ini akan maju tanpa ada ikatan pasti ?????

Semoga kita tahu arah yang kita tuju dan hendak kita raih .........



Monday, February 28, 2011

Presiden Republik Indonesia meresmikan Pemberian Nama Baru Lokasi Proyek Pariwisata di Teluk Sebong

Harapan yang tinggi pasca kunjungan Presiden Republik Indonesia yang berkunjung ke Kepulauan Riau pada tanggal 25 s/d 27 Februari 2011 di Pulau Bintan. Kunjungan Presiden Republik Indonesia yang di dampingi oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudoyono berserta beberapa Menteri Koordinator dan juga Menbudpar. Kunjungan orang Nomor satu di Negeri ini memberikan harapan yang banyak kepad insan pariwisata di Provinsi yang termuda ini. Presiden yang salah satu agenda kunjungannya ke Kepri ini adalah meresmikan "pemberian Nama Baru Proyek Pariwisata Terpadu di Kecamatan Teluk Sebong.Pidato yang sangat meyakinkan dan memberikan motivasi kepada semua hadirin yang hadir yangterdiri dari investor manca negara, media lokal, nasional dan internasional serta pejabat eksekutif dan legeslatif baik dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional ikut menyaksikan acara itu. 

Terinspirasi dari sebuah film yang di bintangi oleh Julia Robert Bapak Presiden menyampaikan bahwa film itu menceritakan tentang Eat, Pray and Love (eat di Itali, Pray di India, Love di Bali) Beliau berharap Bintan akan menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain. 

Pesona Lagoi Biintan merupakan Nama yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada resort terpadu yang akan di kembangkan oleh konsorsium dari Landmark dan PT. ND Rekayasa Prima itu.

Kunjungan Beliau bersama rombongan ke Pulau Bintan selama 3 hari memberikan motivasi yang tinggi bagi kepariwisataan di Kepulauan Riau karena akan memberikan rasa kepercayaan yang tinggi bagi para calon investor yang akan menanamkan modalnya untuk pengembangan kawasa ini. 

Semoga tidak ada aral yang melintang dalam proses pengembangan proyek ini yang pada akhirnya mebuka lapangan kerja dan mendongkrak pendapatan Asli Daerah yang bertujuan untuk mensejahterkan rakyat

Treasure Bay " Pesona Lagoi Bintan"











Sunday, January 30, 2011

Meretas belenggu batas wilayah di Pulau Bintan

Photo ; http://belajartelekomunikasi.wordpress.com
Akhir akhir ini batas wilayah menjadi hal yang hangat di bicarakan diPulau Bintan, Batas wilayah Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan yang menjadi perdebatan oleh kedua pemerintah yang ada di Pulau Bintan ini. Saya sendiri tidak begitu memahami mengapa perdebatan ini terjadi namun saya merasa ini akan berdampak dalam mengembangkan kepariwisataan di Pulau yang memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata. Bagi pelaku usaha pariwisata batas wilayah sama sekali tidak ada dan tidak boleh di batas batasi, batas batas ini akan menjadi kendala bagi pelaku usaha dalam memasrkan produk produk wisata kepada calon wisatawan.

Potensi yang ada di kedua wilayah ini menjadi kekuatan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan baik itu yang datang dari luar negeri maupun yang datang dari luar Pulau Bintan. Kabupaten Bintan dengan potensi Kawasan Wisata Lagoi dan Trikora dengan core wisata Pantai dan Golf, Tanjungpinang dengan wisata sejarah, budaya, kuliner dan belanja.

Dari potensi potensi itu sulit bagi pelaku usaha pariwisata untuk memilah milah kan secara ke wilayahan karena permintaan pasar sering meminta lintas batas. Contohnya saja wisatawan yang suka berpetualang atau sering disebut “backpackers” yang kebanyakan masuk melalui pelabuhan Sri Bintan Pura yang berada di wilayah Kota Tanjungpinang dengan tujuan untuk menikmati alam laut di wilayah Trikora yang secara ke wilayahannya adalah wilayah Kabupaten Bintan. Biaya transportasi untuk seorang wisatawan itu untuk menuju ke destinasi ini harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menuju ke kawasan pantai Trikora lebih kuran Rp. 150.000 sampai Rp, 200.000 untuk biaya satu kali jalan dari pelabuhan menuju Trikora. Jika di bandingkan dengan harga akomodasi di Trikora bisa hamper 2 kali harga taksi yang mereka harus bayar. Pertanyaannya kenapa tidak ada transportasi mudah dan murah untuk perjalanan itu. Disisi lain pemerintah selalu mengklaim indikator keberhasilan pariwisata dari data yang di terima dari pihak imigrasi di pelabuhan dengan data kedatangan warga Negara asing yang kita belum tau tujuan nya apakah bekerja atau berwisata. Sementara tujuan pariwisata itu ada mensejahterakan masyarakat. Kita seharusnya tidak bangga dengan kunjungan wisatawan yang tinggi namun kita akan bangga apabila terciptanya lapangan kerja, meingkatnya ekonomi kecil dan menengah, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan lain lainnya

Pengalaman lain Saya berkaitan dengan batas wilayah ini pernah terjadi di saat ada kegiatan ekspedisi berkeliling pulau Bintan dengan menggunakan Kayak yang di ikuti oleh wisatawan dari Singapura. Dalam kegiatan ini saya sengaja mengarahkan para peserta ekspedisi untuk berkemah menginap di Pulau Penyengat dengan keunikan sejarah dan Budaya namun hal itu tidak berjalan lancar berhubung adanya birokrasi birokrasi batas wilayah

Pengalaman Pengalaman lain yang pernah Saya alami di saat melakukan upaya promosi yang sering menghadapai kendala birokrasi batas wilayah, pada saat mempromosikan event event dan juga penentuan tanggal event serta jenis event yang si laksanakan. Sangat jarang terjadi di saat Kabupaten Bintan melaksanakan event pariwisata melibatkan pelaku usaha di Kota tanjungpinang dan sebaliknya melibatkan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Bintan untuk event yang di taja oleh Kota Tanjungpinang

Mengapa wilayah menjadi kendala ? mengapa birokrasi itu selalu mempersulit ? mengapa kebijakan lintas batas sulit di koordinasikan ? mengapa ke egoan wilayah selalu di pertahankan ? mengapa oh mengapa ???

Saat nya Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan bersatu dalam Pariwisata dan itu terwujud saat perhelatan “Tour De Bintan” yang memapu mendatangkan lebih dari 500 orang wisatawan asing yang menikmati alam dan cuaca Pulau Bintan ini dengan bersepeda.

Disisi lain Pelaku Usaha perjalanan Wisata akan menjual paket dengan durasi waktu yang berbeda beda dengan menjual atraksi wisata yang ada di Lagoi dengan menginap di Kota Tanjungpinang dan begitu juga sebaliknya wisatawan yang menginap di Lagoi ataupun Trikora dapat berkunjung ke Pulau Penyengat atau Senggarang, Melihat benda benda bersejarah di Museum Kota Tanjungpinang.

Perlu banyak lagi yang perlu kita benahi dan perbaiki….semoga perbedaan perbedaan tidak membuat kita menjadi berbeda dan beselisih

Kita Bersatu di dunia Pariwisata

Tuesday, January 25, 2011

Mendulang Mutiara di ujung Utara

Siapa saja akan merindukan dan berkeinginan untuk memiliki mutiara, benda yang walaupun bentuk dan ukurannya kecil namun harganya bisa selangit. Di Kepulauan Riau juga memilki "Mutiara" bak kemilau bagai sinar yang benderang. Mutiara ini aku rasakan saat melakukan serangkaian kerja (tour of duty) mencontek judul sebuah film, perjalanan ke Kabupaten yang diujung Provinsi Kepulauan Riau ini  harus di tempus dengan menggunakan pesawat Riau Airlines namun sekarang ada penerbangan Sriwijaya juga dari Batam. Perjalanan dari Tanjungpinang akan di tempuh lebih kurang 1 jam dengan pesawat RJ 100 milik maskapai Riau airlines, namun sekarang sudah pakai pesawa yang lebih besar Boing 737-500. Mutiara di Ujung Utara ini merupakan selogan yang di publikasi oleh Pemerintah Natuna melalui Dinas yang mengurus kepariwisataan di negeri ini. Awalnya sebelum menginjak kan kaki di Kabupaten ini saya masih bisa menggambarkan Mutiara seperti apa yang ada diujung utara ini.

Setibanya di Kota Ranai yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Natuna ini kami mendarat di Bandara Ranai yang merupakan milik Angkatan Udara. Mometum dengan kesederhanan lapangan udara yang ada ingin kami abadikan untuk merekan setiap wajah dan ruang. Namun sayang sungguh di sayang di bandara ini tidak boleh mengabadikan gambar kata petugas di situ... Kawan ku di panggil petugas gara gara memotret momentum itu ...namun dengan berbekal sbuat surat yang cukup berguna yang sengaja saya persiapakan untuk kalau kalau ada yang bertanya, dan ternyata ampuh juga surat sakti itu

Petang itu setelah menitip bekal perjalanan di hotel Kaisar (mungkin maksudnya Caesar Palace) yang terkenal dengan arena tinju di Amerika itu sebuah hotel yang terbaik di Kota ini menjadi tempat kami bermarkas selama melaksanakan misi "Mendulang Mutiara di Ujung Utara", kami langsung menuju sebuah perbukitan yang tinggi persisnya di sebelah sau tower Navigasi . Pemandangan unik dengan batu batu besar menempel kokoh di tebing yang terjun ke laut, kalau lah ada sebuah restaurant di kemas dengan nuansa musik tradional dan makanan dengan cita rasa lokal dengan asam pedasnya dan Ikan Krapu yang segar merupakan kesan dan pengalaman yang tidak terlupakan saya rasa sebuah bangunan telah berdiri tegak di sekita puncak bukit itu dan kami pun berkesempatan singgah di sana atas kebaikan dari Bapak Bapak yang kami kenal saat berkunjung di Masjid Agung, salah satu dari mereka yang juga ketua MUI itu masih memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemilik Bangunan di Puncak Bukit itu. Pemadangan kota Ranai, Gunung Raia, Pulau Senoa hingga seluruh penjuru bisa di pandang melalui bangunan yang bertingkat 3 itu. Kesempatan ini kami abadikan melalui kamera kecil yang menjadi kawan utnuk mengabadikan perjalanan itu. di Bukit ini saya melihat "Mutiara yang masih terpendam" Itu. Petang itu sambil menunggu berbuka puasa kami sempat memandang betapa indahnya pemandangan kota ini. Ikan Krapu Goreng dan Kolak menjadi santapan berbuka Puasa.

Masjid Agung Natuna
Kemilau lampu komplek Masjid Agung yang "Subhanallah" besar dan Agung itu menjadi gemerlap malam dengan kumandang Ayat ayat Allah yang di bacakan oleh Imam Masjid ini yang bersama jamaah yang menunaikan shalat tarawih. pada keesokan harinya nya setelah shalat subuh selesai kami sempat mengabadikan pilar pilar, dinding dan kubah seta ornamen yang ada di dalam Masjid yang saya kira merupakan masjid yang paling termegah di Negeri Segantang lada ini. Kesempatan ini lah kami bertemu dengan pengurus masjid yang sangat ramah dan banyak memberikan kami kemudahan kemudahan untuk mencari Mutiara mutiara yang ada di Kabupaten ini.

Pagi itu kami berangkat setelah sahur sebab ingin mengejar seperti apa "sang surya" bersinar di pagi hari. permukaaan laut yang hening di tepi pantai yang berseberangan dengan Pulau Sahi kami menghentikan perjalanan untuk mengambil nuansa pagi yang damai. Perjalanan darat menelusuri Pulau Bunguran itu pun kami lanjutkan dengan menggunakan sebuah mobil menelusuri tepi pantai di sisi kiri jalan. Sejuba, Tanjung, Pulau Sahi, hingga jalan pun habis di ujung utara kampung Buton. jalan yang belum di aspal membuat perjalanan ini teras berpetualang dan kami sempat berhenti sejenak untuk mengambil momen untuk di abadikan di Tanjung Datuk. Potensi pantai luas di Pengadah dengan pantai yang ditumbuhi dengan ilalang dan beberapa phon nipah, menurut cerita orang lokal bahwa ada sebuah sungai kecil diantara pantai yang terdapat di lokasi ini merupakan alur turunyanya orang "bunian" pada masa itu, menjadikan keunikan tersendiri yang perlu di gali cerita tentang orang "bunian" ini. Kami temukan mutiara lain di Pulau ini.

Di Pulau ini juga memiliki pelabuhan besar yang bisa di singgahi oleh Kapal kapal besar seperti kapal Pelni, Selat Lampa orang orang setempat menyebut nama tempat itu. sebuah pulau kecil di depan Selat Lampa ini kami terjun untuk melihat keindahan bawah lautnya dengan karang karang terhambar tempat dimana ikan ikan bermain dan bercanda gurau. namun sangat disayangkan cukup banyak karang karang yang ada sudah rusak akibat ulah ulah orang yang ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan masa depan ekosistem laut. Mutiara yang malang ......

Kami juga berkesempatan untuk melihat begitu megahnya bangunan Kantor Bupati yang berdiri kokoh diatas sebuah bukit, dari dua banguan yang saya temukan di pulau ini komplek Masjid dan komplek perkantoran Kantor Bupati saya berpikir begitu makmurlah masayrakat disini atas Mutiara Mutiara di Ujung Utara ini. hasil yang diperoleh dari mutiara mutiara itu lah negeri ini bisa memiliki bangunan megas dan kokoh

Tak terasa  5 hari kami di sana sesuai rencana kami hanya 5 hari saja namun karena pada hari dimana kami hendak kembali ke Tanjungpinang, sambil menunggu pesawat kami menyempatkan diri untuk melihat kawasan pelabuhan barang di sekitar bandara namun akibat cuaca Buruk pesawat yang kami tunggu pun tidak bisa “landing” berhubung bandara tidak memiliki lampu navigasi yang cukup untuk membantu pesawat landing

Mutiara mutiara yang berserakan di Ujung utara ini membutuhkan pendulang pendulang yang bijaksana untuk menjadi kan mutiara yang bersinar yang menerangi kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan alam untuk masa depan yang lebih baik dan berkepenjangan . Mutiara mutiara yang terhampar di wilayah ini sangat membutuhkan tangan tangan yang sabar dan terampil sehingga menjadikan daya tarik bagi semua orang untuk melihat dan menikmati keindahan dan kemilau Mutiara di Ujung Utara


SS