Mutasi pejabat di negeri Segantang lada alias di Kepulauan Riau ini sedang terjadi baik itu di tingkat Kabupaten, Kota maupun di tingkat Provinsi hingga desas desus di tingkat nasional. secara Khusus menyoroti bidang yang saya geluti yaitu Kepariwisataan telah terjadi mutasi Kepala Dinas Pariwisata Kota Tanjungpinang pada beberapa waktu yang lalu. Kemudian terdengar di telinga kami juga akan terjadi mutasi di tingkat Provinsi begitu juga di Kota Batam karena desas desus pengganti Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri yang akan datang adalah Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam.
Mutasi yang terjadi jelas akan merubah irama dan cara memimpin lembaga yang bertujuan untuk mensejahterakan rakyat dan melestarikan kebudayaan negeri ini. Mulai dari konsef, kebijakan, format, event pariwisata, Program kerja dan saya yakin akan banyak perubahan yang terjadi.
Belum lama ini Presiden Republik Indonesia dengan semangat yang membara dan berpidato di depan khalayak ramai dari pejabat, dari kalangan eksekutif legeslatif dan yudikatif, pengusaha, tokoh masyarakat dan juga pengusaha kepariwisataan di Kepri ini menyampaikan harapan yang tinggi dan apresiasi kepada kepariwisataan Kepulauan Riau yang terinspirasi dari sebuah film yang dibuat oleh Sutradara Itali dengan Judul Eat Pray Love, http://www.youtube.com/watch?v=mjay5vgIwt4, berharap bahwa Kepri memiliki destinasi wisata yang terdapat di dalam cerita film yang di bintangi oleh Julia Robert itu keyakinan beliau setelah melihat potensi yang besar itu ada pada Provinsi ini. Namun pada sambutannya beliau juga mengharapkan agar kita tidak salah dalam mengembangkan kepariwisataan di Kepulauan Riau ini sehingga beliau menyebutnya dengan "gatot" alias Gagal total. Sambutan beliau bagi saya merupakan motivasi yang besar namun sepenglihatan saya banyak pemipin yang memiliki kekuasaan dan kewenangan untuk mensukseskan kepariwisataan di Kepulauan Riau ini tidak hadir atau tidak diundang untuk ikut mendengarkan sambutan beliau.... sayang sayang sungguh sayang .....
Kompas mana yang akan di pakai oleh Kepala dinas Kepala Dinas pariwisata di negeri segantang lada ini untuk menuju Kepulauan Riau sebagai "Bunda Tanah Melayu dan Destinasi Wisata Bahari Unggulan", di dalam perahu yang di tumpangi oleh Pelaku usaha pariwisata Kecil, Menengah, dan besar, yang terdiri dari Hotel, Biro Perjalanan, dan Pantai pijat yang sekarang lebih keren nya di kenal dengan spa, pedagang cendera mata, pekerja pariwisata Pramuwisata seperti saya, yang satu dari begitu banyak orang yang berharap akan kesejahteraan yang melimpah dari kepariwisataan ini ??????
meminjam lirik lagu group Band Armada "
Chorus
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
jika kau terus menunda-nunda dan
Dm E
dan tak pernah nyatakan cinta
D Dm A
Mau dibawa kemana hubungan kita
Bm
Ku tak akan terus jalani
Dm E
tanpa ada ikatan pasti antara kau dan aku /kami
Apakah Kepariwisataan di Kepri ini akan maju tanpa ada ikatan pasti ?????
Semoga kita tahu arah yang kita tuju dan hendak kita raih .........
Harapan yang tinggi pasca kunjungan Presiden Republik Indonesia yang berkunjung ke Kepulauan Riau pada tanggal 25 s/d 27 Februari 2011 di Pulau Bintan. Kunjungan Presiden Republik Indonesia yang di dampingi oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudoyono berserta beberapa Menteri Koordinator dan juga Menbudpar. Kunjungan orang Nomor satu di Negeri ini memberikan harapan yang banyak kepad insan pariwisata di Provinsi yang termuda ini. Presiden yang salah satu agenda kunjungannya ke Kepri ini adalah meresmikan "pemberian Nama Baru Proyek Pariwisata Terpadu di Kecamatan Teluk Sebong.Pidato yang sangat meyakinkan dan memberikan motivasi kepada semua hadirin yang hadir yangterdiri dari investor manca negara, media lokal, nasional dan internasional serta pejabat eksekutif dan legeslatif baik dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga Nasional ikut menyaksikan acara itu.
Terinspirasi dari sebuah film yang di bintangi oleh Julia Robert Bapak Presiden menyampaikan bahwa film itu menceritakan tentang Eat, Pray and Love (eat di Itali, Pray di India, Love di Bali) Beliau berharap Bintan akan menjadi destinasi yang memiliki daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki oleh negara lain.
Pesona Lagoi Biintan merupakan Nama yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada resort terpadu yang akan di kembangkan oleh konsorsium dari Landmark dan PT. ND Rekayasa Prima itu.
Kunjungan Beliau bersama rombongan ke Pulau Bintan selama 3 hari memberikan motivasi yang tinggi bagi kepariwisataan di Kepulauan Riau karena akan memberikan rasa kepercayaan yang tinggi bagi para calon investor yang akan menanamkan modalnya untuk pengembangan kawasa ini.
Semoga tidak ada aral yang melintang dalam proses pengembangan proyek ini yang pada akhirnya mebuka lapangan kerja dan mendongkrak pendapatan Asli Daerah yang bertujuan untuk mensejahterkan rakyat
Akhir akhir ini batas wilayah menjadi hal yang hangat di bicarakan diPulau Bintan, Batas wilayah Kota Tanjungpinang dengan Kabupaten Bintan yang menjadi perdebatan oleh kedua pemerintah yang ada di Pulau Bintan ini. Saya sendiri tidak begitu memahami mengapa perdebatan ini terjadi namun saya merasa ini akan berdampak dalam mengembangkan kepariwisataan di Pulau yang memiliki banyak potensi dan daya tarik wisata. Bagi pelaku usaha pariwisata batas wilayah sama sekali tidak ada dan tidak boleh di batas batasi, batas batas ini akan menjadi kendala bagi pelaku usaha dalam memasrkan produk produk wisata kepada calon wisatawan.
Potensi yang ada di kedua wilayah ini menjadi kekuatan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan baik itu yang datang dari luar negeri maupun yang datang dari luar Pulau Bintan. Kabupaten Bintan dengan potensi Kawasan Wisata Lagoi dan Trikora dengan core wisata Pantai dan Golf, Tanjungpinang dengan wisata sejarah, budaya, kuliner dan belanja.
Dari potensi potensi itu sulit bagi pelaku usaha pariwisata untuk memilah milah kan secara ke wilayahan karena permintaan pasar sering meminta lintas batas. Contohnya saja wisatawan yang suka berpetualang atau sering disebut “backpackers” yang kebanyakan masuk melalui pelabuhan Sri Bintan Pura yang berada di wilayah Kota Tanjungpinang dengan tujuan untuk menikmati alam laut di wilayah Trikora yang secara ke wilayahannya adalah wilayah Kabupaten Bintan. Biaya transportasi untuk seorang wisatawan itu untuk menuju ke destinasi ini harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menuju ke kawasan pantai Trikora lebih kuran Rp. 150.000 sampai Rp, 200.000 untuk biaya satu kali jalan dari pelabuhan menuju Trikora. Jika di bandingkan dengan harga akomodasi di Trikora bisa hamper 2 kali harga taksi yang mereka harus bayar. Pertanyaannya kenapa tidak ada transportasi mudah dan murah untuk perjalanan itu. Disisi lain pemerintah selalu mengklaim indikator keberhasilan pariwisata dari data yang di terima dari pihak imigrasi di pelabuhan dengan data kedatangan warga Negara asing yang kita belum tau tujuan nya apakah bekerja atau berwisata. Sementara tujuan pariwisata itu ada mensejahterakan masyarakat. Kita seharusnya tidak bangga dengan kunjungan wisatawan yang tinggi namun kita akan bangga apabila terciptanya lapangan kerja, meingkatnya ekonomi kecil dan menengah, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan lain lainnya
Pengalaman lain Saya berkaitan dengan batas wilayah ini pernah terjadi di saat ada kegiatan ekspedisi berkeliling pulau Bintan dengan menggunakan Kayak yang di ikuti oleh wisatawan dari Singapura. Dalam kegiatan ini saya sengaja mengarahkan para peserta ekspedisi untuk berkemah menginap di Pulau Penyengat dengan keunikan sejarah dan Budaya namun hal itu tidak berjalan lancar berhubung adanya birokrasi birokrasi batas wilayah
Pengalaman Pengalaman lain yang pernah Saya alami di saat melakukan upaya promosi yang sering menghadapai kendala birokrasi batas wilayah, pada saat mempromosikan event event dan juga penentuan tanggal event serta jenis event yang si laksanakan. Sangat jarang terjadi di saat Kabupaten Bintan melaksanakan event pariwisata melibatkan pelaku usaha di Kota tanjungpinang dan sebaliknya melibatkan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Bintan untuk event yang di taja oleh Kota Tanjungpinang
Mengapa wilayah menjadi kendala ? mengapa birokrasi itu selalu mempersulit ? mengapa kebijakan lintas batas sulit di koordinasikan ? mengapa ke egoan wilayah selalu di pertahankan ? mengapa oh mengapa ???
Saat nya Pemko Tanjungpinang dan Pemkab Bintan bersatu dalam Pariwisata dan itu terwujud saat perhelatan “Tour De Bintan” yang memapu mendatangkan lebih dari 500 orang wisatawan asing yang menikmati alam dan cuaca Pulau Bintan ini dengan bersepeda.
Disisi lain Pelaku Usaha perjalanan Wisata akan menjual paket dengan durasi waktu yang berbeda beda dengan menjual atraksi wisata yang ada di Lagoi dengan menginap di Kota Tanjungpinang dan begitu juga sebaliknya wisatawan yang menginap di Lagoi ataupun Trikora dapat berkunjung ke Pulau Penyengat atau Senggarang, Melihat benda benda bersejarah di Museum Kota Tanjungpinang.
Perlu banyak lagi yang perlu kita benahi dan perbaiki….semoga perbedaan perbedaan tidak membuat kita menjadi berbeda dan beselisih
Siapa saja akan merindukan dan berkeinginan untuk memiliki mutiara, benda yang walaupun bentuk dan ukurannya kecil namun harganya bisa selangit. Di Kepulauan Riau juga memilki "Mutiara" bak kemilau bagai sinar yang benderang. Mutiara ini aku rasakan saat melakukan serangkaian kerja (tour of duty) mencontek judul sebuah film, perjalanan ke Kabupaten yang diujung Provinsi Kepulauan Riau iniharus di tempus dengan menggunakan pesawat Riau Airlines namun sekarang ada penerbangan Sriwijaya juga dari Batam. Perjalanan dari Tanjungpinang akan di tempuh lebih kurang 1 jam dengan pesawat RJ 100 milik maskapai Riau airlines, namun sekarang sudah pakai pesawa yang lebih besar Boing 737-500. Mutiara di Ujung Utara ini merupakan selogan yang di publikasi oleh Pemerintah Natuna melalui Dinas yang mengurus kepariwisataan di negeri ini. Awalnya sebelum menginjak kan kaki di Kabupaten ini saya masih bisa menggambarkan Mutiara seperti apa yang ada diujung utara ini.
Setibanya di Kota Ranai yang menjadi Ibu Kota Kabupaten Natuna ini kami mendarat di Bandara Ranai yang merupakan milik Angkatan Udara. Mometum dengan kesederhanan lapangan udara yang ada ingin kami abadikan untuk merekan setiap wajah dan ruang. Namun sayang sungguh di sayang di bandara ini tidak boleh mengabadikan gambar kata petugas di situ... Kawan ku di panggil petugas gara gara memotret momentum itu ...namun dengan berbekal sbuat surat yang cukup berguna yang sengaja saya persiapakan untuk kalau kalau ada yang bertanya, dan ternyata ampuh juga surat sakti itu
Petang itu setelah menitip bekal perjalanan di hotel Kaisar (mungkin maksudnya Caesar Palace) yang terkenal dengan arena tinju di Amerika itu sebuah hotel yang terbaik di Kota ini menjadi tempat kami bermarkas selama melaksanakan misi "Mendulang Mutiara di Ujung Utara", kami langsung menuju sebuah perbukitan yang tinggi persisnya di sebelah sau tower Navigasi . Pemandangan unik dengan batu batu besar menempel kokoh di tebing yang terjun ke laut, kalau lah ada sebuah restaurant di kemas dengan nuansa musik tradional dan makanan dengan cita rasa lokal dengan asam pedasnya dan Ikan Krapu yang segar merupakan kesan dan pengalaman yang tidak terlupakan saya rasa sebuah bangunan telah berdiri tegak di sekita puncak bukit itu dan kami pun berkesempatan singgah di sana atas kebaikan dari Bapak Bapak yang kami kenal saat berkunjung di Masjid Agung, salah satu dari mereka yang juga ketua MUI itu masih memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pemilik Bangunan di Puncak Bukit itu. Pemadangan kota Ranai, Gunung Raia, Pulau Senoa hingga seluruh penjuru bisa di pandang melalui bangunan yang bertingkat 3 itu. Kesempatan ini kami abadikan melalui kamera kecil yang menjadi kawan utnuk mengabadikan perjalanan itu. di Bukit ini saya melihat "Mutiara yang masih terpendam" Itu. Petang itu sambil menunggu berbuka puasa kami sempat memandang betapa indahnya pemandangan kota ini. Ikan Krapu Goreng dan Kolak menjadi santapan berbuka Puasa.
Masjid Agung Natuna
Kemilau lampu komplek Masjid Agung yang "Subhanallah" besar dan Agung itu menjadi gemerlap malam dengan kumandang Ayat ayat Allah yang di bacakan oleh Imam Masjid ini yang bersama jamaah yang menunaikan shalat tarawih. pada keesokan harinya nya setelah shalat subuh selesai kami sempat mengabadikan pilar pilar, dinding dan kubah seta ornamen yang ada di dalam Masjid yang saya kira merupakan masjid yang paling termegah di Negeri Segantang lada ini. Kesempatan ini lah kami bertemu dengan pengurus masjid yang sangat ramah dan banyak memberikan kami kemudahan kemudahan untuk mencari Mutiara mutiara yang ada di Kabupaten ini.
Pagi itu kami berangkat setelah sahur sebab ingin mengejar seperti apa "sang surya" bersinar di pagi hari. permukaaan laut yang hening di tepi pantai yang berseberangan dengan Pulau Sahi kami menghentikan perjalanan untuk mengambil nuansa pagi yang damai. Perjalanan darat menelusuri Pulau Bunguran itu pun kami lanjutkan dengan menggunakan sebuah mobil menelusuri tepi pantai di sisi kiri jalan. Sejuba, Tanjung, Pulau Sahi, hingga jalan pun habis di ujung utara kampung Buton. jalan yang belum di aspal membuat perjalanan ini teras berpetualang dan kami sempat berhenti sejenak untuk mengambil momen untuk di abadikan di Tanjung Datuk. Potensi pantai luas di Pengadah dengan pantai yang ditumbuhi dengan ilalang dan beberapa phon nipah, menurut cerita orang lokal bahwa ada sebuah sungai kecil diantara pantai yang terdapat di lokasi ini merupakan alur turunyanya orang "bunian" pada masa itu, menjadikan keunikan tersendiri yang perlu di gali cerita tentang orang "bunian" ini. Kami temukan mutiara lain di Pulau ini.
Di Pulau ini juga memiliki pelabuhan besar yang bisa di singgahi oleh Kapal kapal besar seperti kapal Pelni, Selat Lampa orang orang setempat menyebut nama tempat itu. sebuah pulau kecil di depan Selat Lampa ini kami terjun untuk melihat keindahan bawah lautnya dengan karang karang terhambar tempat dimana ikan ikan bermain dan bercanda gurau. namun sangat disayangkan cukup banyak karang karang yang ada sudah rusak akibat ulah ulah orang yang ingin mengambil keuntungan tanpa memikirkan masa depan ekosistem laut. Mutiara yang malang ......
Kami juga berkesempatan untuk melihat begitu megahnya bangunan Kantor Bupati yang berdiri kokoh diatas sebuah bukit, dari dua banguan yang saya temukan di pulau ini komplek Masjid dan komplek perkantoran Kantor Bupati saya berpikir begitu makmurlah masayrakat disini atas Mutiara Mutiara di Ujung Utara ini. hasil yang diperoleh dari mutiara mutiara itu lah negeri ini bisa memiliki bangunan megas dan kokoh
Tak terasa5 hari kami di sana sesuai rencana kami hanya 5 hari saja namun karena pada hari dimana kami hendak kembali ke Tanjungpinang, sambil menunggu pesawat kami menyempatkan diri untuk melihat kawasan pelabuhan barang di sekitar bandara namun akibat cuaca Buruk pesawat yang kami tunggu pun tidak bisa “landing” berhubung bandara tidak memiliki lampu navigasi yang cukup untuk membantu pesawat landing
Mutiara mutiara yang berserakan di Ujung utara ini membutuhkan pendulang pendulang yang bijaksana untuk menjadi kan mutiara yang bersinar yang menerangi kesejahteraan masyarakat dan menjaga keseimbangan alam untuk masa depan yang lebih baik dan berkepenjangan . Mutiara mutiara yang terhampar di wilayah ini sangat membutuhkan tangan tangan yang sabar dan terampil sehingga menjadikan daya tarik bagi semua orang untuk melihat dan menikmati keindahan dan kemilau Mutiara di Ujung Utara
Membaca judulnya sepertinya orang berpikir bahwa yang menulis artikel ini tidak ada kata kata lainnya untuk mengungkapkan pemikiran yang dimiliki, dan mungkin banyak orang akan terkejut .... Memang sulit untuk bagi saya mencari kata yang paling tepat dalam mengantarkan pemikiran saya untuk menyajikan buah pemikiran ini kepada khalayak ramai. kata perkosa disini saya rasa paling pas buat cerita yang mau saya tuliskan ini. pelaku pemerkosaan selalu hilang akal sehat nya ketika melihat seseorang yang ingin ia jadikan korban pemerkosaannya baik itu sendiri maupun beramai ramai. apakah korban nanti akan di gilir atau di perkosa secara bersama sama. Ada daya tarik tersendiri yang membuat si pemerkosa sangat bernafsu untuk melakukan tindakan dalam memuaskan dirinya setelah melakukan perbuataany tersebut. Nilai sebuat perawan memang menjadi sesuatu yang berharga dan memiliki cita rasa yang diinginkan banyak orang. "kata perkosa" menjadi yang sangat tepat karena memang pesan yang ingin disampaikan pun ada kesamaan dilakukan dengan paksa pada beberapa unsur dalam kegiatan yang dimaksud, Pemerkosaan merupakan kata yang paling cocok untuk menjadikan khiasan dalam cerita yang ingin saya hantarkan ketengah tengah khalayak ramai yang ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat. Inilah kisah pemerkosaan itu ........
Pesawat foker 50 milik RAL menjadi transportasi vital
Perjalanan saya yang pertama ke Kepulauan Anambas bermula pada saat Bulan Puasa di Tahun 2009 bersama pengusaha dan pejabat tinggi di negeri tercinta ini untuk melihat lebih dekat potensi kepulauan yang baru saja menjadi Kabupaten yang termuda di Provinsi Kepulauan Riau negeri Segantang lada. Perjalanan menuju Tarempa kami tempuh dengan menggunakan pesawat charter dari Bandara Ranai Natuna, pengalaman yang baru pertama sekali menikmati pewawat chater khusus dan bepergian dengan pejabat tinggi, di sambut oleh Pejabat daerah dengan pengawalan yang ketat saya berpikir terkadang bagi saya enak juga ya jadi pejabat. perjalanan udara 45 menit itu
kemudian di lanjutkan dengan menggunakan boat dengan berkecepatan tinggi yang juga di telah dipersiapakan pemerintah Anambas untuk membawa kami ke Pulau Tarempa ibu Kota kabupaten ini. di Kota ini lah rombongan di jamu di satu ruangan yang sangat sederhana. kesederhanaan itu memang sangat kami rasakan di ruangan pertemuan yang tidak menggunakan AC kata mereka Listrik sering mati dan untung saat itu pemaparan yang di lakukan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) bisa menggunakan power point dan infocus. "Luar Biasa" itulah kesan yang bisa saya sampaikan melihat Pulau Bawah yang di photo dari udara, Pantai dengan pasir putih, potensi bawah laut yang memiliki karang dan biota lautnya dengan penyu di salah satu pulau di depan pulau tarempa saya lupa namanya. perjalanan ini pun kami akhiri dengan kembali ke Ranai untuk melanjutkan tugas kami mendampingi sang photographer dari negeri jiran Malaysia untuk menggambar situasi potensi kepariwisataan di Natuna
Pemandangan Kota Tarempa dari Bukit
Setelah 1 (satu) minggu kemudian Perjalanan saya dan sang photographer ke Kepulauan Anamabas yang kedua adalah khusus untuk memotret dan melihat potensi potensi yang telah di paparkan sebelumnya oleh pejabat negeri itu.
Perjalanan yang memberi hikmah yang besar dan bersejarah bagi saya. perjalanan di bulan ramadahan dengan menjalankan ibadah puasa menambah kekuatan kesabaran dan rasa syukur ku kehadirat Ilahi dengan menikmati indahnya pemandangan di Kepulauan yang masih perawan itu. Perjalanan dimulai menuju air terjun temurun dengan keunikan 7 tingkat.
Air Terjun Temurun di Pulau Siantan
Kampung di pesisir Kepulauan Anambas
Setelah itu menuju pulau dengan pasir putih yang terbentang luas di sela sela perjalanan kami berhenti untuk turun ke laut untuk ber "snorkling" mengapung dipermukaan laut dengan mata tertuju kepada biota laut dan karang karang yang berwarna warni dengan ikan ikan kecil. waow indahnya ikan naimo bermain di rumput laut yang di hiasi karang karang menjadi pemandangan yang mengasyikan. namun sangat di sayangkan rupanya bawah lautnya sudah banyak yang "diperkosa" oleh tangan tangan yang tidak bertanggung jawab. menangkap ikan krapu yang harganya mahal itu di lakukan dengan cara menaburkan racun racun untuk membuat mata ikan itu buta sesaat sehingga karang karang laut pun ikut rusak.
Snorkeling menjadi aktivitas yang terpopuler jika di kemas dengan baik
Pandangan bawah laut dengan air yang bening ini menambah pengalaman ku akan kecantikan Kepulauan Anamabas. pemotretan potensi juga dilakukan di bawah air dengan mendatangkan photographer profesional dari Kuala Lumpur yang datang kemudian menyusul kami. itu pun sulit bagi kami untuk mencari pemandu wisata bawah laut ini yang akhirnya ada satu pengelola yang biasa katanya untuk kegiatan bawah laut ini. hasilnya ada beberapa phot yang bagus. sang "diver" menyampaikan bahwa potensi bawah laut di sini bagus khususnya untuk ikan ikan yang besar dengan karang karang keras dengan konstruksi batu karang yang terjal.
Potensi bawah laut Kepulauan Anamabas
namun mereka sangat menyayangkan tidak ada pengelola yang profesional dengan tawaran paket paket yang potensi bawah lautnya sudah di ketahui dengan pasti dengan bantuan alat alat modern dan canggih, sebab pada saat itu sang "captain" boat kami hanya menggunakan sistem tradisional dengan menggunakan pandangan mata "prapat" istilah nya dengan melihat dari sisi sekitar dan menduga duga "kayak nya disini ni tempatnya".
Nelayan lokal mencari Ikan Krapu
Sejak dini anak anak sudah dilatih untuk hdup di lautan
Sun Rise di Kota Tarempa
Hari selanjut nya setelah menyelesaikan sahur di pagi hari dan menunaikan shalat subuh saya dan beberapa kawan dari orang setempat tidak ketinggalan sang photographer yang menjadi tokoh utama dalam perjalanan ini kami langsung mempersiapkan segala sesuatu untuk berlayar menuju Pulau Letung. dengan menggunakan kapal kayu yang sehari harinya dilakukan untuk menangkap ikan di perairan laut Cina Selatan oleh nelayan setempat kami pun berangkat
Peternakan sapi di Pulau Jemaja
Perjalanan dengan jarak tempuh lebih kurang 4 jam itu memperlihatkan kepada kami keperawanan pantai pantai dengan pasir putih yang membentang luas dengan latar belakan bukit bukit nan hijau membuat kami sangat tertegun melihat pemandangan itu
Padang Melang yang lebih kurang memiliki pantai yang panjangnya 7 KM. Dibutuhkan perusahaan konsorsium untuk membangun pantai ini. perjalanan kami teruskan menuju ke letung di sinilah pusat keramaaian pulau Jemaja ini yang di memiliki atraksi wisata "Gobang" suatu atraksi yang memiliki nilai magis. theaterikal dengan iringan musik musik tradisional pertujukan ini pernah saya lihat sebelum pada pertunjukan kesenian di Kota Tanjungpinang. Potensi agro dan peternakan menjadi daya tarik di pulau Jemaja ini dengan ketersedian lahan dan tanah yang subur, sawah sawah dengan padi yang sedang menguning menjadi pemandangan yang juga sapi sapi berkeliaran di pematang sawah. air terjun juga ada di Pulau ini.
Pantai Padang Melang di Jemaja memiliki panjang + 7 KM
Kami menghabiskan waktu hingga malam setelah berbuka puasa dan berisitirahat hingga selesai shalat isya kami mengarungi laut nan gelap dengan goyangan ombak ombak hingga kami pun tertidur sesekali kami terbangun karena lantai tempat kami berbaring panas disebabkan mesin yang terus berdengung berada di bawahnya. rasa kantuk ku hilang dan aku pun duduk di sebelah sang nahkoda untuk melihat apa yang dia lakukan di tengah malam yang gelap itu. GPS yang setia menemaninya untuk membawa kami ke Pulau Bawah. 3 buah pulau yang di hubungkan dengan pantai pasir putih. Disaat matahari mulai hendak terbit kami pun tiba di Pulau Bawah. kesempatan bersnorkling jebuuur...aku terjun untuk melihat bawah lautnya .... keren keren keren ...
Pulau bawah di photo melalui udara (photo Bappeda KKA)
Pelabuhan kayu di Pulau Bawah
capek perjalanan pun hilang. perjalanan kami pulang higga tiba kembali di Kota Tarempa sore hari.
Istirahat malam itu memang nikmat setelah lebih kurang 32 Jam "islands tour" .
Menikmati dinginnya air terjun Temurun
Perjalanan saya ketiga ke Anambas tahun 2010 Bulan Mei. 22 wisatawan asing yang saya bawa adalah orang orang yang pernah mengungsi di Kepualaun Anambas dari Vietnam, namun sekarang mereka sudah sukses dan hidup tentram di beberapa negara di Amerika dan Eropah. Perjalanan ini bermula saat saya menjemput mereka di salah satu hotel di singapore. bermalam di Hotel di Tanjungpinang kemudian esoknya dengan menggunakan pesawat foker membawa kami terbang dari Bandara Raja Haji Fisabilliah menuju Palmatak Rombongan ini khusus ingin menikmati dan bernostalgia mereka ingin melihat langsung beberpa daerah yang mereka pernah alamai sewaktu mengungsi dahulu. beberapa dari mereka menetaskan air mata saat mereka berziarah di makam makam yang menurut mereka teman dan kerabat kerabatnya pada saat itu. rasa empati dan duka cita terlihat dari raut wajah mereka. Dua suasana yang berbeda yang dirasakan saat dahulu mereka mengungsi dan saat mereka berwisata.
Makam bekas pengungsi Vietnam di Pulau Kuku
Perjalanan berziarah itu kami selingi dengan menikmati "keperawanan" Pulau Dewate walaupun dengan hanya makan siang dengan mie goreng semua wisatawan merasa senang di tambah lagi air kelapa muda. hmmmm nyammiiiii....... Birunya laut dan pesona alam membuat waktu tidak terasa hingga petang pun tiba hingga kami harus kembali ke Kota Tarempa. We miss you Anamabas.........
Dari 3 (tiga) kali Perjalanan saya ke Kepulauan Anamabas timbulah hasrat untuk "memperkosa" keperawanaan pariwisata nya. Melalui tulisan ini di harapakan ada akselerasi atau percepatan pembangunan aksesebelitas dari dan ke Kepulauan Anamabas. harapan ku dengan perkosaan ini aku berharap sang korban juga merasa senang dan tidak menuntut ku atas perkosaan yang dilakukan.
Pemerkosaan Pertama Percepatan Pembangunan Aksesebelitas :
·Bandara dan penerbangan yang memadai
·Transportasi laut yang nyaman
"Pemerkosaan" Kedua Peningkatan pengelolaan Sarana dan Prasarana yang memenuhi standar pasar
·Akomodasi yang sesuai keinginan pasar
·Sarana Makan dan Minum yang harusnya makanan laut itu murah
·Peralatan Menyelam, Memancing, snorkling
·Ketersedian akses internet dengan mudah
·Sarana Listirik yang normal
·Sarana Souvenir
"Pemerkosaan" Ketiga Peningkatan Kesadaran Masayarakat akan Pariwisaata
·Kebijakan mempermudah dan insentif investasi sebab sangat diharapkan investasi yang besar untuk membangun sarana dan prasaran diatas
·Aparatur pemerintah yang memiliki kepemahaman dan sinergisitas pembangunan pariwisita
·Menumbuhkan dan memotivasi pelaku pelaku kepariwisataan
·Anggaran untuk pengembangan kepariwisataan
"Pemerkosaan" Kelima Lakukan Promosi
·Familiarization Trip
·Promosi melalui Dunia Maya
·Membentuk Konsortium Travel Agent
·Melakukan event event Atraksi wisata yang sesuai demand (interactive tourism
Mudah mudahan upaya upaya "pemerkosaan" diatas dapat menjadikan Pariwisata Kepulauan Anamabas di kenal dan menambah minat wisatawan untuk mencicipi kenikmatan yang dimiliki.
Ketua RT atau Rukun Tetanga merupakan kepala daerah yang paling dekat dengan masyarakat langsung, mulai dari pendataan, penyelesaian perselisihan, perselingkuhan, pergaduhan hingga urusan kematian dan masih banyak lagi urusan yang harus di urus oleh seorang Ketua RT. Sejak tahun 2006 saya dipilih oleh masyarakat Blok A sampai dengan Blok F perumahan Mahkota Alam Permai yang berlokasi di daerah Batu 10 persisnya di depan kuburan batu 10 menuju Kota Kijang. Di pilih melalui pemilihan langsung yang tidak dilalui melalui berbagai tahapan dan sistem kampanye dengan tidak mengeluarkan biaya sama sekali yang berbeda jauh dengan kampanye seorang calon Walikota yang bisa bisa sampai puluhan Milyar rupiah. Perjalanan Ku menjadi seorang Ketua RT menghasilkan sejarah bagi hidup ku dan menambah kematangan dan kedewasaan tersendiri, kesabaran dan ketabahan memimpin masyarakat dengan latar belakang budaya, pendidikan, pekerjaan yang berbeda beda memberikan pengalaman yang indah dengan keberagamaman suka dan duka. honor yang diterima kalau di hitung hitung yaaah .... hmmmmm...buat telpon aja mungkin nggak cukup namun amanah sudah di terima mau tidak mau harus di jalankan. pada saat pemilihan dahulu aku bekerja dengan lembaga pendidikan yang jam kerja nya sudah tertentu jam 8 pagi hingga jam 5 sore, kegiatan yang tidak begitu padat sehingga aku dapat meluangkan waktu yang cukup untuk mengelola kegiatan RT. awal tahun 2007 aku kemudian berhenti dari pekerjaan ku dan memilih untuk kerja sebagai profesional sebagai seorang tour guide. Kegiatan yang sering membawa ku pergi keluar kota dan keluar negeri untuk membawa tamu membuat urusan RT menjadi tanggung jawab istri ku yang orang orang memanggilnya "Ibu RT" kepinginnya sih dipanggil Ibu Walikota atau Ibu Dewan gitu ...hehehehheeh ..berharap satu hari kelak bisa tercapai ...hahahahahhaha....
Pada perjalanan menjadi ketua RT sempat aku mengajukan surat pengunduran diri, namun alasan yang masuk akal di layangkan oleh kantor Lurah Pinang Kencana. akhirnya dengan separuh hati kewajiban sebagai ketua RT tetap ku jalani mengingat masyrakat terus meminta surat pengantar untuk membuat berbagai dokumen.
Pada satu hari aku kembali membuka buka SK (surat Keputusan) berkaitan tentang pengangkatan RT tersebut di ternyata masa bakti ku sudah berakhir pada 20 April 2010. Tidak ku sangka sudah moloh 9 bulan lamanya ... jadi dalam hati ku bertanya kok orang kantor Lurah nggak pernah nyanya nanya... apa mereka nggak mau tau atau kenapa ya ...beberapa kali hal ini saya sampaikan kepada pak RW yang menjadi atasan RT dan beliau menyampaikan untuk bersabar sebab Kelurahan kita ini akan di mekarkan dan berubah nama menjadi Keluran " Tuah Kencana".
Seminggu yang lalu Pak RW menyampaikan untuk mengadakan rapat untuk pergantian RT, dan saya langsung membuat surat undangan kepada tokoh masyarakat dan perwakilan masyarakat untuk ikut rapat yang intinya adalah memilih Ketua RT yang baru untuk menggantikan Ku. 30 undangan disebarkan dan malam harinya yang datang hanya 6 orang saja ..itupun harus di tambah pakai telpon. 6 orang yang datang ditambah pak RW kami bersepakat untuk mengadakan pertemuan lanjutan dengan yang mengudang Pak RW ...yang datang cuma namabah 2 orang dari 6 orang yang hari sebelumnya hadir. Kesepakantan pun di dapat juga dengan cara melakukan pemungutan suara melalui surat suara yang di sebarkan ke rumah rumah penduduk dengan 3 calon ketua RT. Hari Senin pukul 20.00 menjadi waktu terakhir masyarakat untuk mengembalikan surat suara.
Ketua RT dan Walikota atau kepala daerah yang lainnya memiliki kesamaan dan juga memiliki perbedaan. sama sama pemimpin namun banyak perbedaan mulai dari pendapatan, modal yang dikeluarkan. disaat pemilihan RT yang banyak orang menolak untuk dicalonkan sementara walikota banyak orang minta di calonkan hingga harus membayar sejumlah uang untuk dicalonkan. Ketua RT tidak mau di dukung sementara Walikota meminta dukungan hingga terkadang memberikan imbalan untuk di dukung. Ketua RT tidak ingin di kampanyekan sementara Walikota minta di kampanyekan sampai sampai menggunakan uang rakyat unutk berkampanye.....
hmmmmm sudah lah aku menarik napas dalam dalam ....semoga apa yang telah ku abdikan ini bisa membawa kebaikan dan menjadi modal untuk di akhirat kelak... semoga RT 04 RW 01 memiliki ketua RT yang lebih baik dari apa yang pernah ke perbuat dengan tidak meminta imbalan yang sama dengan sang "walikota".... amiiiiinnnnn
Dua hari ini kepalaku di hinggapi pemikiran pemikaran tentang Penyu .... Bapak Wan Kamar adalah orang yang menjadi teman ku berdiskusi berkaitan dengan hewan yang kemungkinan akan bisa punah ini. Penyu adalah hewan yang memiliki banyak keunikan dan kelebihan. Hewan yang saya nggap memiliki komitmen dan integritas yang tinggi yang sangat menjunjung tinggi rasa kecintaan terhadap tanah kelahirannya. Menurut Bapak Wan Kamar yang memang lahir dari sebuah Pulau yang menjadi "surga" kehidupan Penyu Pulau yang di kenal dengan "Timbalan Riau" atau lebih di kenal dengan Tambelan. menurut beliau bahwa penyu penyu yang dimanapun di lepaskan mereka akan kembali lagi ke lokasi dimana mereka di telurkan atau di lahirkan. sungguh merupakan keunikan dimana "firasat" hewan ini cukup tinggi hingga mampu kembali lagi ke tanah kelahirnnya ...
Proses pengembang biakan penyu menjadi ketertarikan ku untuk menggali lagi informasi yang berkaitan dengan hewan yang hidup di laut yang memiliki karang dan lingkungan yang bersih ini. Penyu merupakan hewan yang memiliki banyak pemangsa ...Mulai dari manusia sebagai pemangsa telurnya yang juga sama dengan biawak biawak.... ikan hiu, krapu dan banyak lagi ikan ikan yang memangsa penyu penyu kecil
Penyu adalah kura-kura laut. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. Menurut data para ilmuwan, penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 - 208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. Pada masa itu Archelon, yang berukuran panjang badan enam meter, dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini.
Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata, kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama. Jarak 3.000 kilometer dapat ditempuh 58 - 73 hari.
(sumber : id.wikipedia.org)
Tambelan adalah Kecamatan di wilayah Kabupaten Bintan bolek di lihat di Google map di link bawah ini
Di Kecamatan ini yang terdiri dari pulau pulau yang mengelilingi pulau Tambelan menjadi surga bagi penyu penyu yang sejak dahulu menjadi daya tarik tersendiri bagi kepulauan ini. ribuan telur bisa di produksi oleh penyu penyu yang hidup di sekitar perairan kepaulaun ini dalam setahun.
Bagaimana kita berpartisipasi dan perjuangan untuk berkembang biaknya penyu penyu itu ??? Seberapa penting peran serta kita untuk menyelamatkan kepunahaan hewan ini ??? Potensi apa yang bisa kita kembangkan ???