Total Pageviews

Monday, May 6, 2013

Wonderful of Kepri

Wonderful Beach 









Wonderful Golf 




Wonderful Underwater






Wonderful Islands 





Wonderful Attractions / Events 









Wonderful Heritages 















Tuesday, April 9, 2013

Bintan Berakit Traditional Fishing Festival

About Bintan Berakit Traditional Fishing Festival
Bintan just an hour from Singapore by high speed boat, may beach reach from Singapore and Johor Bahru Malaysia to Bandar Bentan Telani at Bintan Resort or Sri Bintan Pura at Tanjungpinang,  Bintan which has been populer as a tourism destination since 1990 and most of people familiar with Bintan. located on the northern part of Bintan, Berakit is a fishermans village which most of the communities are working as fishermans it was famous as a fishing destination by the locals and Tourists from Singapore and Malaysia, most of the coral reef are preserved and makes this part as a playground of small and big fishes
This Bintan Berakit Traditional Fishing Festival is an event to educate local fisherman in term to preserve the cora; reef, and also to promote as a fishing destination for tourist to helps local on economic growht.  

Time and Location

Day 1 :  Saturday / 27 April 2013
·         Welcome Party at Bintan Berakit 19.30 pm on ward
·         Activities : Cultural Show and Entertaiment

Day 2 : Sunday / 28 April 2013
·         Fishing Start at 07.00 am finish at 15.00 pm
·         Judgement
·         Prize Prestation
·         Event end 17.00

How to get There :

Singapore :
From Tanah Merah to Bandar Bentan Telani :

https://www.brf.com.sg/phpsite/?page_id=39

From Tanah Merah to Sri Bintan Pura Tanjungpinang 
Monday to friday 
08.50    Falcon Ferry
09.20    Wave Master
12.30    Sindo Ferry
15.00    Falcon Ferry
15.30    Wave Master
18.20    Sindo Ferry

Saturday - Sunday 

08.50    Falcon Ferry 
09.20    Wave Master
10.20    Sindo Ferry 
13.10    Falcon Ferry  
13.30    Wave Master 
17.10    Falcon Ferry 

17.30    Wave Master 
18.20    Sindo Ferry 

Malaysia 
Stulang Laut Johor Bahru to Sri Bintan Pura Tanjungpinang 
09.30 
13.00
17.00 

Location :



Partipants :
Participant in a group consit of 3 persons + 1 captain and 1 Crew

  • Overseas from other Countries
  • Domestic and Local

Term and Conditions :
  1. Fishing gear  and Fishing Bait provided by participants might be brought with local at the location
  2. Duration of Fishing 8 Hours include travelling to fishing spot and return trip.
  3. Participants are in a team consist of 3 participant + 1 captain and 1 crew and must registered at Commitee
  4. All participants to wear life jacket
  5. GPS, Eco Sounder are allowed
  6.  Commite has right to check all participants boat before it start
  7.  Participants only fishing at designated area
  8.  Not allowed to received or send fish to other participants
  9. Minimum distance 15 m each boat at anchorage area
  10.  No swim at fishing area
  11. Participant to adjust Registration Number which is applicable for boat number
  12. All participant has to follow all terms and conditions and Commite has right to disqualification for breaking term and conditions


Pictures Gallery :










This event Organized by : 
Bintan Tourism and Culture Office 




Profesional support by EMKA Tours and Events








Package 2 days 1 Nights

S $ 70 Nett 

Includes :
  1. Two ways transfer Jetty to Hotel
  2. Accomodation base on twin share
  3. Registration fee
  4. Free Hat 
  5. Insurance 
  6. Life Jacket 
  7. Guide / Liasion to Commitee
Excludes :
1.       Fishing Bait
2.       Personal Expenses
3.       Meals
4.       Ferry Tickets and Tax

Info and Inquaries :
EMKA Tours and Events 
Jalan Ahmad Yani No. 14 B Batu 5 atas Tanjungpinang Kepulauan Riau
Telp :  +627717005200
Mobile :  +628126197586
Email : mahantakarya@yahoo.co.id
BBM : 2645DD4E



*some data and information are not available at the moment and will be brought to you immediatly 

Monday, March 4, 2013

Suzuki Ertiga - On the Spot Photo Competiton



Waktu Kegiatan :
Minggu 10 Maret 2013 
Pukul 08.00 hingga Selesai

Lokasi : Lapangan Pamedan A. Yani Tanjunpinang 

Syarat dan Ketentuan Peserta/Fotografer

  1.  Terbuka untuk umum, segala usia
  2. Foto dibuat di area Pesta Ertiga Foto merupakan karya pribadi (bukan karya orang lain)
  3. Jenis dan merek kamera, lensa bebas (DSLR, Pocket, HP, Iphone, DSB)
  4. Olah digital diperbolehkan tanpa merubah 80% keaslian objek/foto.
  5. Warna Foto Bebas
  6. Menyerahkan Maksimal 3 foto file Hires JPG  dengan resolusi minimal sisi terpendek 2000 px resolusi 300 dpi pada tempat pengumpulan foto di lokasi  Pesta Ertiga
  7. Sponsorship Suzuki mendapatkan hak publikasi semua foto Pesta Ertiga Photo Competition untuk kepentingan non-komersial tanpa harus ijin dari pemiliknya dengan tetap mencantumkan nama fotografer.
  8. Panitia Penyelenggara berhak mendiskualifikasi foto sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan dan foto tidak sesuai dengan syarat dan ketentuan
  9. Keputusan Dewan Juri sah dan tidak dapat diganggu gugat
  10. Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta telah dianggap menyetujui semua persyaratan yang telah ditetapkan
  11. Pemenang wajib menyerahkan fotokopi identitas diri resmi (KTP/SIM/Paspor) yang masih berlaku.
  12. Hak cipta foto tetap pada fotografer dan dilindungi UU No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta, tetapi hak pakai ada oleh sponsorhip Suzuki terhitung sejak tanggal penyerahan hadiah tanpa biaya tambahan bila dipergunakan untuk kepentingan promosi dan publikasi.
  13. Melampirkan surat kuasa apabila berhalangan hadir pada acara penyerahan hadiah. 




Apresiasi/hadiah
  1. Terbaik 1 uang tunai Rp.3.000.000,- + Piagam
  2. Terbaik 2 uang tunai Rp.2.000.000,- + Piagam
  3. Terbaik 3 uang tunai Rp.1.000.000,- + Piagam
       Juri : 
  1. Andri Mediansyah (KPC) https://www.facebook.com/andri.mediansyah.1?fref=ts
  2. Yuli Seperi (http://yuliseperi.net/)
  3. Pihak Suzuki Ertigga / Batamsound Events Partner



    Organizer                  : Batamsound Events Partner
    Sub Organizer          : KPC / EMKA Tour




Sunday, February 17, 2013

Pariwisata yang mengangkat Ekonomi Kerakyatan



Pariwisata bagi sebahagian pihak menganggap hanya untuk kalangan orang orang yang memiliki uang dan kekayaan yang berlimpah baik itu sebagai penikmat pelayanan wisata itu maupun pelaku usahanya penyedia jasanya. pemahaman ini masih banyak di jumpai di kalangan masyarakat pedalaman atau daerah pedesaan. Bagi mereka pariwisata atau berwisata hanya bertujuan menghambur hamburkan uang yang lebih baik uang nya di belikan emas atau barang. Menikmati suguhan dalam berwisata belum menjadi suatu kebutuhan yang di perlukan. Kondisi ini berimbas kepada fenomena yang terjadi dalam dunia industri pariwisata di Pulau Bintan khususnya dan Kepri pada umum nya. Berusaha di bidang pariwisata hanya di "kuasai" oleh orang atau perusahaan yang memiliki modal besar. Bintan Resort misalnya sebuah kawasan pariwisata yang eksklusif hasil kerjasama perusahaaan besar baik dari Indonesia, Singapura Malaysia dan Negara lainnya. 

Muncul sebuah pertanyaan : Apakah Industri Pariwisata itu harus Bermodal Besar ?? 

Pertanyaan ini bagi masyarakat di pulau Bintan mungkin akan di jawab "Ya" tapi tidak bagi masyarakat di Pulau Bali atau Jogjakarta. Di Pulau Bali misalnya kepemilikan lahan dan objek wisata di kelola oleh desa adat yang pengelola nya adalah masyarakat dan perangkat nya, hasilnya di pergunakan untuk kemaslahatan orang banyak bagi penduduk di sekitar. Memang di Bali unik dan pariwisata menjadi motor penggerak ekonomi bagi pemilik modal besar di kawasan Nusa Dua, kelompok menengah dan pelaku usaha kecil di daerah Kuta dan Denpasar. Ekonomi menengah dan kecil tersebar di kawasan ini yang meliputi penyedia jasa akomodasi murah seperti hotel, wisma, cottage dan juga homestay atau pondok wisata, warung dan toko toko souvenir dan juga menyewakan kendaraan roda 2 dan 4 termasuk menyewakan papan selancar dan masih banyak lagi keterlibatan usaha kerakyatan yang terbangun di sekitar objek wisata. Jasa pramuwisata yang menurut temen saya sesama pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) anggota DPD Bali yang terdaftar bisa mencapai 6.000 orang.

Coba kita melihat kawasan Pantai Trikora yang sudah dikenal sejak lama sebagai kawasan berwisata yang murah dan saat ini mulai di bina dan di bangun oleh Agro resort yang menjadikan kawasan ini semakin memberikan warna baru bagi wisatawan baik dari Kota Tanjungpinang maupun Kota Batam termasuk Singapura. 

Sebuah  potret kenyataan bisa kita jumpai di Kota Tanjungpinang bagaimana pemerintah berupaya untuk meningkatkan citra kepariwisataannya dengan memperlakukan pelaku usaha jasa becak di Pulau Penyengat yang baru baru ini menghibahkan 25 unit becak kepada mereka yang kesehariannya mencari nafkah dengan menjual jasa berkeliling pulau Penyengat dengan Becak tanpa kompensasi. Bukan penghibahan ini yang saya akan komentari walau dalam benak saya menimbulkan kerisauan akan tanggung jawab dan peran meraka untuk menjadikan sarana becak tersebut sebagai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke pulau yang memiliki Nilai sejarah yang tinggi ini. 

Hari Minggu yang lalu saya mendapat sebuah inspirasi dari Anak Laki Laki saya yang masih berumur 5 tahun, ketika sedang asyik asyiknya bermain pasir yang digunakan untuk membangun sebuah Gazebo di sebelah rumah yang sedang kami bangun yang rencananya akan kami jadikan homestay di Pulau Penyengat, pertanyaan saya kepadanya adalah : mana lebih enak main di Ramayana (game zone) dengan bermain di Pulau Penyengat ? Ia Menjawab dengan semangat Penyengat jawabnya. Sebuah jawabanya yang jujur dan polos namun bagi saya bahwa kondisi ini mampu menguatkan semangat saya untuk menjadikan rumah yang ada di Pulau Penyengat ini sebagai  Pondok Wisata dalam rangka membuka paradigma banyak orang khususnya di Kalangan keluarga saya bahwa ini bisa menjadi peluang usaha yang mampu mengangkat perekonomian keluarga dan juga masyarakat sekitar. Adapun usaha yang dapat di kembangkan dapat berupa usaha Kuliner atau makan makan mulai dari juadah Melayu yang beraneka ragam, , atraksi kesenian, mungkin atraksi memberi makan ayam hal ini memang bagi sebagaian orang tidak menarik namun bagi warga Singapura misalnya melihat ayam berkeliaran ada sebuah potret kehidupan yang sulit di lihat, Anak anak nya hanya melihat ayam di KFC atau di supermarket misal nya yang tidak pernah melihat secara aslinya dan masih banyak tawaran lainnya yang dapat di sajikan kepada para wisatawan. 
Saya yakin dan percaya di Pulau Penyengat ini jika di kelola dengan baik dan terarah sumber sumber pendapatan bisa di ciptakan bagi masyarakat. saya masih melihat kekuatan Kuliner yang sangat menggiurkan dari Pulau ini kemudian spirit dan jiwa seni yang tinggi di tambah peninggalan sejarah Melayu yang masih ada mampu menjadikan daya tarik untuk pasar / wisatawan yang merupakan "demand" bagi pelaku usaha kecil dan menengah di Pulau ini. 

Semoga Masyarakat mampu melihat ini sebagai sebuah peluang emas dan sebagai subjek dari Pembangunan Pariwisata di Kepri bukan hanya sebagai Objek ... 


Mari Bangkit Pariwisata Kepri untuk kemakmuran dan kesejahteraan bersama 


Tuesday, January 29, 2013

Butiran Permata di Pulau Indera Sakti (Penyengat)


Photo Taken by : Sapril Sembiring
Lokasi : Pulau Penyengat
Waktu : 29 Januari 2012
Photo di edit oleh : Sapril Sembiring

Pompong Sarana Transportasi menuju Pulau Penyengat dari Kota Tanjungpinang 
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat 
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat 
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat
Masjid Sultan Riau Pulau Penyengat 
Istana Kantor 
Istana Kantor 
Istana Engku Bilik 
Istana Engku Bilik 
Istana Engku Bilik
Gedung Mesiu